Tontonan di Minggu Pertama Mei

tontonan May 12th, 2008

Terlalu banyaknya sisa film di rumah yang belum saya tonton, membuat saya mencoba ‘disiplin’ untuk mencicil film tersebut setiap hari. Hehe, meski ini sesuatu yang nggak mungkin dilakukan, karena kecepatan mendapatkan tontonan jauh lebih besar daripada kemampuan diri saya untuk menonton. Belum lagi ditambah kesempatan untuk menonton bioskop.

Di minggu pertama Mei kemarin saya mencoba mengingat-ingat film apa saja yang saya tonton (tidak urut tanggal karena memang tidak ingat):

  • Smallville Season 7 Episode 19 (DivX). Saat mendekati akhir season, Lex Luthor semakin berhasil mendapatkan kunci yang bisa menguasai Traveler, alias Kal-El/Clark Kent. Kunci yang dicari-cari akhirnya Luthor temukan di dalam kastilnya sendiri.
  • Diving Bell and the Butterflies (Bioskop). Film Prancis yang dibuat dari sudut pandang seseorang yang lumpuh/paralisis dari kepala hingga kaki. Ia akhirnya mampu menceritakan kisahnya dengan menulis buku, hanya bermodalkan kedipan satu matanya saja. Kisah yang mengharukan dan wajib ditonton.
  • Mr. Magorium’s Wonder Emporium (DVD).  Dustin Hoffman berperan bagus banget di film imajinasi ini. Ia menjadi seorang pembuat mainan yang hendak mewariskan toko mainan ajaibnya ke apprentice-nya, yang diperankan oleh Natalie Portman. Cerita agak lambat, tapi ide yang diutarakan sungguh menarik.
  • Stardust (DVD). Lagi-lagi kisah imajinatif surealis. Di versi DVD-nya, sampeyan bisa melihat alternatif akhir cerita, plus beragam adegan blooper di film yang sangat apik ini.
  • Speed Racer (Bioskop). Film garapan Wachowski bersaudara. Kalau mau lihat film dengan tampilan visual yang bisa dikatakan inovatif, jangan hilangkan kesempatan menonton film ini. Film ini memang penuh dengan spesial efek warna-warni. Kesannya memang film untuk anak-anak, tapi saya yakin anak-anak akan bingung kalau melihat film ini, karena gaya tutur plot ceritanya yang loncat ke sana ke mari.
  • Ben 10 Alien Force Season 1 Episode 1-2 (DivX). Di seri terbaru Cartoon Network ini, Ben sudah beranjak dewasa. Ia kini harus mencari kakeknya yang lenyap entah kemana. Kalau suka serial Justice League masa lalu, dijamin sampeyan akan suka serial terbaru Ben 10 ini.
  • National Treasure 2: Book of Secrets (DVD). Saya memang belum sempat nonton bioskopnya. Mungkin harus dengan tontonan seperti ini, supaya seseorang bisa mencintai heritage/warisan budaya leluhurnya.
  • Martian Child (DVD). Kisah drama yang menarik. Seorang pria duda yang mencoba mengangkat anak yang eksentrik. Si anak mengaku dirinya adalah orang Mars. Si pria duda, yang penulis novel fantasi, mencoba berempati dan berusaha menjadi ayah sekaligus teman yang baik dengan si anak. Film yang menurut saya sangat layak ditonton.
  • Macross Frontier Episode 5 (DivX). Serial terbaru Macross dengan efek yang luar biasa kerennya. Wajib tonton untuk para pecinta Macross.
  • GI Joe Sigma 6 Season 2 (DivX). Film animasi seri GI Joe yang diputar tahun lalu. Baru sempat saya unduh dan tonton sekarang. Yah, ceritanya sih biasa dan agak-agak garing, meski animasinya bagus.
  • Jumper (DVD). Cerita yang aneh. Dibilang bagus banget ya nggak juga, dibilang jelek ya nggak juga. Idenya sih menarik, tapi entah kenapa kok setelah menonton film ini, rasanya ada yang kurang.
  • The Cleaner (DVD). Kalau ini cerita lucu seorang janitor yang lupa ingatan, dan menganggap dirinya adalah seorang agen rahasia. Hehe, kalau mau tertawa, coba cari film ini deh.

Menciptakan Mood

ngalur ngidul May 12th, 2008

Di dunia saya ini, setiap harinya nggak boleh punya idle mind. Selalu dipacu untuk berpikir mencari ide-ide baru. Baik itu untuk keperluan pitching, maupun untuk sekedar brainstorming mencari konsep baru, atau bahkan sekedar mencari ide menulis untuk ngeblog. Lagi pula, kalau saya mencoba berdiam sejenak saja dan menatap kosong, kok rasanya malah ada yang kurang ya (kayak bukan saya, gitu). Kalau pun saya terlihat melamun, itu pasti saya lagi mencoba merangkai-rangkai ide tertentu.

Dari kuliah dulu, saya selalu diingatkan kalau namanya ide nggak harus menunggu mood dulu. Kalau mood-nya cuma keluar seminggu sekali, masa ya saya bengong selama seminggu? Yang benar adalah, saya berusaha menciptakan suasana yang membuat mood saya selalu muncul setiap saat.

idea

Setiap orang pasti punya caranya sendiri membangun mood. Untungnya kalau saya, nggak perlu terlalu libet agar mood bisa muncul. Berikut ini beberapa hal yang biasa saya lakukan untuk menciptakan mood untuk mendapatkan ide.

  • Tiduran dan berkhayal. Hanya ini ternyata kadang cukup berbahaya. Saya beberapa kali suka dibuat tertidur karenanya. Untuk tiduran ini, saya mencoba mencari sofa yang tidak empuk dan tidak keras. Kalau terlalu empuk dan nyaman, malah akan membuat saya tertidur.
  • Memegang kertas dan pensil. Menulis beberapa poin atau keyword penting. Mencoret-coret sekenanya, membuat diagram semi asal. Lama kelamaan mencoba mencari relasi antar diagram dan keyword.
  • Membuka aplikasi pengolah kata dan melakukan hal serupa seperti memegang kertas dan pensil. Pengutamaannya di sini mungkin lebih ke penyusunan keyword. Ada memang beberapa hal yang dilakukan yang lebih enak diketik daripada ditulis dan digambar.
  • Memutar musik yang berirama lembut. Kalau bisa yang tidak memaksa diri untuk menyanyi, biar konsentrasi nggak buyar.
  • Browsing ke situs-situs yang bisa membantu pencerahan ide. Jangan pilih situs yang berat-berat. Saya lebih memilih ke situs yang isinya banyak elemen grafis atau gambar. Siapa tau gara-gara browsing kepikiran sesuatu pemikiran yang beda dan unik.
  • Seandainya di rumah atau kantor saya punya taman, saya akan lebih senang mengerjakan hal-hal di atas di sebuah taman. Karena nggak ada, ya manfaatin semaksimal yang ada saja.

Nah, saya nggak tau cara sampeyan membangun mood dengan cara bagaimana. Bisa-bisa berbeda dengan yang saya lakukan. Membangun mood itu bisa jadi merupakan disiplin sendiri. Kalau sampeyan sudah bisa membangun mood kapanpun juga, mudah-mudahan bisa semakin meminimasi menganggurnya otak sampeyan. Bukankah idle mind is the devil’s workshop?

Hujan Gerimis

gombalan May 7th, 2008

saat semalam hujan gerimis
ku sempat mengantar seorang gadis
wajahnya cantik, senyumnya manis
menawan hati diriku abis

** hihi, maaf untuk nonadita yang membuat saya jadi ikut-ikutan nulis kayak gini **

Glodok Kalo Tanpa B-a-jakan

sekitar May 5th, 2008

Glodok

Rasanya nggak afdol kalo ke Glodok ato Mangdu ndak beli DVD b-a-jakan. Meski lokasi penjualan DVD di Glodok berdekatan dengan pos polisi, rasanya nggak ada efeknya. Pembelinya (termasuk saya) masih menikmati datang dan berbelanja di sana.

Namun, pernah ndak membayangkan bila tiba-tiba Glodok bersuasana sangat lengang? Primadona jualan dari DVD, MP3, CD software dan games, DVD PS, tiba-tiba tidak ada sama sekali. Hal ini terjadi pada hari Kamis minggu kemarin, saat libur tanggal merah. Asli bersih, tanpa ada yang berjualan sedikit pun barang b-a-jakan. Jangan tanya, kenapa mereka bisa kompakan tidak berjualan. Intel para pedagang itu sudah kuat. Setiap kali ada pemberitahuan ato isu kencang berupa razia, mereka selalu kompak menutup barang dagangannya. Hihi, tapi jangan tanya saya ya intelnya sapa.. :D Saya juga ndak tau.

Glodok

Lalu, apa yang dilakukan pengunjung saat mendapati tidak ada jualan barang b-a-jakan sedikit pun? Mereka, karena tanpa kerjaan, akhirnya malah menongkrongi beberapa TV besar yang dinyalakan di sana. Ada yang berkumpul nonton film DVD original yang diputar salah satu penjual LCD TV. Penontonnya banyak banget, serasa nonton layar tancap. Ada pula yang mengumpul di satu sudut, menonton sajian sepak bola dari Astro TV yang membuka booth di sana.

Aktivitas dagang yang ada hanyalah penjualan CD dan peripheral komputer. Itu pun biasanya jumlah konsumennya selalu lebih sedikit dibandingkan dengan konsumen b-a-jakan. Makanya, Glodok serasa mati suri di Kamis kemarin. Serasa kehilangan ‘jiwa’-nya.

Vita di KDI 5

tontonan April 29th, 2008

Jujur saja, saya sangat jarang menonton tivi. Kebetulan di rumah tadi asisten rumah tangga asyik menonton KDI yang diputar setiap harinya di TPI. Apalagi terdengar ibu saya ikut tertawa melihat episode itu. Saya jadi tertarik untuk menjenguk, dan akhirnya terkaget sekaligus tertawa pula setelah melihat satu kontestan bernama Vita.

Si Vita asal Nganjuk ini rupanya tidak begitu fasih bahasa Indonesia. Berbeda dengan Cinta Laura yg kelondolondoan, si Vita ini bahasa Jawanya kental banget. Sering kali juri bertanya pun, dijawab dengan bahasa Jawa. Sepertinya juri pun ikut senang (maksudnya, senang ngerjain) si Vita ini. Soalnya terlihat lugu di balik ke-Jawa-annya itu.

Lucunya, si Vita ini seneng pula menyanyikan lagu londo. Maka didaulatlah dia oleh para juri untuk menyanyikan lagu Evanescence versi Dangdut. Wahaha, lucu banget… Keluguan lainnya saat si Vita ini ditanya dalam bahasa Inggris. Ditanya “How do you do?” pun si Vita kebingungan menjawab, meski ia bisa dengan fasih melafalkan lirik-lirik Evanescence (sudah pasti murni hafalan tanpa ngerti arti apapun yang ia ucapkan).

Seperti para peserta lainnya, di kuping Vita ditempeli earphone, dengan ada panitia yang membisiki di baliknya. Para juri sempat menanyakan bahasa Inggrisnya kereta gantung. Si panitia yang membisiki pun ikut memberi jawaban yang ngawur. Akibatnya, kembali lagi Vita jadi bahan tawa. Jawabnya, “hang train.” Hehehe..

Di akhir sesinya, ia mengucapkan terima kasih kepada banyak orang. Terakhir si panitia sepertinya membisiki dengan kata-kata penutup, “I love you all.” Hehe, tapi yang didengar dan lalu diucapkan oleh Vita adalah, “I love you ul.” Huehehe, kembali lagi para pemirsa pun tertawa.

Hebatnya, meski lugu, Vita ini terlihat PD (PD dengan setiap keluguannya).  Juga PD dengan bahasa Jawanya, ndak peduli penonton di studio ato pemirsa di tivi mungkin nggak ngerti apa yang ia omongkan.

Andaikan di antara sampeyan ada yang merekam acaranya, mohon dunk diupload ke YouTube. Hihi, sesi Vita tadi bener-bener menghibur soalnya. Ato ada yang punya fotonya? Berita tentang episode ini bisa dibaca di situsnya TPI pula.

Karakteristik si Penulis Blog

narsis April 29th, 2008

Nggak usah bingung lagi. Baca aja. Lebih lanjut tentang apa itu artinya masing-masing, mampir ke sinih saja.

Click to view my Personality Profile page

Click to view my Personality Profile page

Nah, bagi sampeyan-sampeyan para wanita di luar sana yang merasa sreg dengan pribadi saya inih, mbok ya kontak-kontak.. Hehe..

Passion saat Menulis

kisah, ngalur ngidul April 20th, 2008

writingDulu saat saya berdikusi dengan klien saya, si klien sempat bertanya, “Pak, kok bisa sih Pak, tahan menulis blog? Soalnya saya sendiri sudah pernah mencoba menulis, tapi nggak bisa tahan lama. Kebanyakan draft, tapi nggak pernah jadi satu tulisan.”

Wah, saya ditanya gitu pun mencoba mencari jawaban. Kalo saya pribadi sih, karena sudah jadi kebiasaan, nggak pernah merasa bingung saat menulis. Sepanjang idenya ada, masalah pengungkapannya adalah hal yang relatif mudah. Makanya, sangat sangat jarang sekali saya membuat tulisan blog dalam format draft. Biasanya, sekali tulis, langsung dipublikasikan.

Kalo tanya resepnya bagaimana bisa seperti itu, yah bisa jadi karena kebiasaan saya sendiri yang sudah menulis sejak kecil. Tau ndak? Pada masa-masanya video Voltus V dan ragam film robot lainnya di tahun 1980-an itu membuat saya terinspirasi untuk membuat cerita serupa. Akibatnya, ditulislah dalam buku tulis kecil-kecil ragam cerita imajinasi yang temanya ndak jauh dari kisah robot-robot besar dan jagoannya. Hihi, bahkan waktu SMA saya pernah mengarang cerita porno di buku tulis. Juga dengan tulisan kecil-kecil. Hanya untuk konsumsi pribadi tentunya, bukan disebar-sebar. Maklum, pengaruh budaya visual baik positif maupun negatif cukup kuat mengakar di otak saya.

Mungkin ada yang belum tau, kalo saya dan teman-teman saya di masa kuliah dulu, sudah pernah mempublikasikan banyak buku komik. Selain dulu pernah menerbitkan komik secara independen, kami sempat bekerja sama dengan penerbit Mizan untuk mengerjakan banyak cerita komik remaja dan Islam. Saya juga terlibat dalam membuat beberapa cerita komik di situ. Ada kali lebih dari 20 buku yang pernah kami buat. Hihi, nggak nyangka toh?

Lalu dari mana saya belajar itu semua? Ndak dari mana-mana. Yah, modal baca komik, novel, nonton film, dan mencurahkannya kembali imajinasi saya dalam format tulisan. Mungkin lebih banyak mengandalkan jam terbang daripada belajar cara menulis secara ilmiah.

Alasan paling mendasar agar semua kegiatan bisa terlaksana (termasuk menulis) adalah passion. Kalo sampeyan doyan banget dengan apa yang biasa sampeyan lakukan, sampeyan nggak akan bosan melakukannya. Sampeyan pasti akan terus mencoba, mencoba, dan mencoba hingga sampeyan akhirnya ahli di situ. Makanya, kalo mau konsisten menulis apapun (termasuk blog), ya jangan pernah berhenti. Kalo suatu saat sampeyan berhenti, khawatirnya apa yang sampeyan sudah dalami menjadi dangkal kembali. Seperti layaknya pisau, sampeyan harus asah terus supaya tetap tajam.

Ntar kalo saya kepikiran tips tambahan, akan saya post di tulisan-tulisan berikutnya.

Bakar! Semuanya Bakar!!

gawean April 17th, 2008

bakarItu pekerjaan yang saya sempat lakukan minggu lalu. Membakar dokumen-dokumen yang menumpuk di gudang dan tak terpakai. Nggak bisa diloakin karena isinya kebanyakan adalah kontrak-kontrak lama dan dokumen pelamar kerja yang numpuk nggak pernah dibuang. Hihi, mudah-mudahan yang pernah melamar ke kantor saya dan tidak diterima, nggak keberatan ya saya bakar semua dokumen CV dan lain-lainnya. Soalnya, kalo didiamkan dan malah dijual ke tukang loak, saya malah khawatir bisa disalahgunakan oleh yang tidak berkepentingan.

Eniwei, siapa nyangka proses bakar membakar dokumen ini menghabiskan keringat yang luar biasa. Bukan karena capek, tapi memang karena puanass buangett.. Tukang loak beberapa kali lewat, minta kalo itu kertas numpuk dalam satu dus dikasih aja ke dia. Wah, maaf Pak. Ini memang harus saya bakar. Kalo boleh saya loakin, sih akan saya loakin.

Maaf untuk para pecinta lingkungan. Maklum, gak punya paper shredder.

Ceritanya Jadi Blogger Terpilih

ngalur ngidul April 14th, 2008

Entah kenapa, tiba-tiba hari Jumat lalu Ndoro Kakung menodong saya via YM. Katanya, “Kamu dipilih jadi blogger favorit Dagdigdug. Atas perintah Paman Tyo, saya disuruh mewawancarai kamu.” Walah, kayak saya kurang seleb aja, masih disuruh jadi blogger favorit. Hehehe.. Ya apa boleh buat. Perintah Paman Tyo memang nggak boleh dilanggar. Jadilah akhirnya wawancara singkat via YM itu.

Tadi pun saya datang ke acara peluncurannya. Berkenalanlah saya dengan para orang di balik layar Dagdigdug (tepatnya cuma Mas Didi yang belum pernah saya tatap mata sebelumnya). Ada pula Puji hadir di sana. Lalu ada si tukangketik yang lagi aktif membuat blog tentang bola. Yang paling menghibur mata dan hati tentunya adalah kedatangan Maylaffayza di acara itu. Setelah ngobrol agak lama, baru sadar betapa si Maylaffayza ini mengingatkan saya dengan teman lama saya yang kini sudah berkelana ke Eropa sanah. Wajah keduanya mirip banget. Mudah-mudahan mereka berdua bukan bayi kembar yang terpisah sejak lahir.

Di acara itu, para pemrakarsa Dagdigdug: Paman Tyo, Mas Didi, dan Enda sedikit banyak cerita soal Dagdigdug. Yang saya mau sebetulnya materi presentasi yang dibawakan Enda. Hehe, bolehkah saya copy file PPT-nya? :D Enda tadi bercerita tentang kondisi pengakses internet Indonesia dan perkiraan jumlah blog asal Indonesia.

Maaf untuk kesempatan tadi, saya ndak bawa kamera. Jadi ndak bisa bikin komik lucu-lucuan. Mintalah fotonya ke Puji karena sedari tadi ia foto kesana kemari.

Selebriti Internet

guyon, ngalur ngidul April 12th, 2008

SelebritiKalo nonton sinetron, bintangnya suka disebut selebriti. Penyanyi ato grup band juga suka disebut selebriti. Nah, kalo di internet, masa ndak ada selebritinya? Kalo di dunia nyata bernama Indonesia, yang namanya selebriti pastilah kalo nggak penyanyi, bintang sinetron, ato pemain film. Seorang penyair ato pemain teater (yang juga artis - dalam arti sebenarnya) malah ndak disebut sebagai selebriti. Ntah lah, definisi selebriti di Indonesia memang hanyalah mereka yang masuk di acara gosip.

Nah, kita yang meramaikan dunia maya, tentu harus punya selebriti versi kita sendiri. Mereka yang selebriti tentunya yang banyak dikenal (dan bahkan digosipin) oleh para masyarakat duni maya pula. Tentunya dia juga harus eksis di dunia maya, dipuja-puja di dunia maya, dan semua masyarakat maya mau menjadi seperti dia.

Saya mau mencoba mendefinisikan secara asal definisi selebriti internet. Silakan sampeyan kalo punya waktu dan imajinasi untuk menambahkannya sesuka hati:

  • Seseorang yang nickname YM-nya muncul di daftar hampir semua pengguna YM.
  • Seseorang yang nickname-nya terkenal di forum Kaskus, Indosiar, Kafegaul, Detik, Bluefame. Bahkan kalo perlu, nickname-nya itu sampai terkenal ke forum-forum Mupeng, Bintangmawar, dsb.
  • Seseorang yang sudah pernah menuliskan lebih dari 1.000 post di setiap forum di atas, hingga akhirnya banyak dipercaya menjadi penjaga gawang (moderator) forum.
  • Seseorang yang punya banyak dot com dan rajin mendapat kunjungan dari masyarakat maya lainnya.
  • Seseorang yang sering meninggalkan banyak komentar di blog lain. Jumlah komentar itu bisa mencapai 100 x jumlah post yang ia tuliskan di blognya sendiri.
  • Seseorang yang sering diliput oleh media online sebagai nara sumber.
  • Seseorang yang hidupnya memang dari dunia online, dan nggak akan pernah meninggalkannya. Wong sudah jadi seleb, kok malah meninggalkan ke-seleb-annya.
  • Dan terakhir, seseorang yang anonymous, karena tidak ada satu orang pun yang tahu rupa fisik dia sebenarnya.

Huhuhu… ada tambahan?