Learn to Step Back
gawean February 15th, 2008
Kadang-kadang ada waktunya kita harus mengalah, menjaga diri agar tidak terlalu menunjukkan kehebatan kita. Tujuannya, agar spotlight beralih ke orang lain yang lebih membutuhkan.
Salah satu contohnya, ada seseorang menjadi pembicara di seminar, dan memang ia cukup kompeten di bidang itu. Tapi sampeyan, yang diakui sejagad raya ini memang lebih kompeten di bidang yang sama, ikutan jadi peserta dalam seminar ini. Sampeyan lalu ikut-ikutan menonjolkan diri dengan ikut-ikutan bertanya atau memberikan komentar yang malah menjatuhkan si pembicara. Saking egoisnya sampeyan, hingga akhirnya topik pembicaraan seminar jadi beralih ke diri sampeyan. Kasihan kan si pembicara. Spotlight-nya diambil oleh sampeyan. Padahal dia sudah berusaha keras agar menjadi seseorang yang berhasil di seminar ini.
Suatu waktu, ada kalanya kantor saya sudah bekerja keras untuk menggapai sesuatu. Namun, karena keegoisan pihak lain yang ingin unjuk gigi, spotlight yang sudah lama kami ingin coba raih langsung runtuh seketika. Padahal, belum tentu ia punya solusi yang lebih baik. Kadang-kadang kita harus ingat bahwa tidak semua kesempatan terbuka itu layak kita ambil. Bisa jadi, kesempatan yang ada itu adalah jatah bagi orang lain yang memang sudah saatnya layak ia terima.
Saya jadi ingat pelatihan internal yang dulu di kantor. Saking kebiasaannya saya berperan menjadi pemimpin, saya sampai lupa maksud dari pelatihan itu sendiri, yaitu menumbuhkan bibit kepemimpinan di antara staf kantor. Melalui pelatihan ini, justru saya malah diminta untuk mengalah. Biarkan spotlight kepemimpinan muncul dari staf-staf sendiri. Hal inilah yang terus mengingatkan saya untuk lebih berhati-hati saat unjuk diri.
Learn to step back, katanya. Tidak melulu spotlight itu untuk sampeyan sendiri. Bisa jadi banyak yang lebih layak menerimanya daripada sampeyan, hanya tidak pernah mendapatkan kesempatan.
About
Mungkin seperti ini?
http://rahard.wordpress.com/2008/02/12/jangan-curi-spotlight-mereka/
menarik! inspiring! kadang kita lupa, ingin merebut pentas orang lain…
[…] Pitra […]
Bagus sekali. Mengingatkan bahwa ada orang lain disekeliling kita. Tebar pesona & unjuk gigi, sering bikin lupa diri yach…..
Wah, mirip banget dgn postingnya Pak BR ya
Hihi, soalnya ini kejadian dengan saya banget kemarin (yg paragraf ketiga), makanya kami cukup dibuat kesal karenanya.