Gaya-gayaan Internet di Rumah

dolanan May 26th, 2008

wirelessSudah lama saya pakai internet cable di rumah. Sekarang pakai Fastnet. Koneksi dari cable, masuk ke modem cable, lalu langsung nyolok ke satu komputer di rumah. Dari komputer itu (yang saya sebut sebagai gateway), saya sebar kabel LAN ke notebook saya dan notebook adik ipar saya. Akhirnya, 3 komputer bisa terkoneksi ke jaringan internet (Ssst.. jangan bilang-bilang Fastnet, ntar saya suruh bayar tambahan lagi). Kelemahannya, semua komputer harus ada di satu tempat, karena kabel LAN yang nggak panjang.

Baru saja adik ipar saya belanja Wireless-G Broadband Router. Instalasinya gampang banget ternyata. Sekarang, koneksi dari cable masuk ke Router. Dari Router baru deh disebar ke banyak komputer (oh ya, kebetulan di rumah saya ini komputernya berlebihan). Notebook saya dan notebook adik ipar saya langsung bisa tersambung dengan internet melalui wireless (jadi nggak perlu komputer gateway lagi). Enaknya lagi, sekarang saya bisa browsing di dalam kamar saya sendiri dan kita nggak perlu nongkrong di satu tempat lagi.

Waah, bisa tambah malas saya… Hehe..

Memperkaya Pengetahuan Konsep dan Teknis

gawean, ngalur ngidul May 21st, 2008

puzzleTantangan mendasar setiap tahun yang biasa saya dan kantor saya hadapi adalah kewajiban meng-update pengetahuan dan teknologi baru. Tujuannya, selain untuk lebih kemudahan pekerjaan, juga untuk menjadi aset ilmu yang bisa ‘dijual’ sebagai bagian dari konsep ke klien. Saat saya ‘jualan’ konsep yang berhubungan dengan online branding atau online campaign suatu brand tertentu, tentunya saya nggak bisa ‘jualan’ yang saya nggak bisa buat. Ide bisa segudang, tapi kalau nggak bisa dieksekusi ya sama juga bohong. Tambahan lagi, kalau bisa dieksekusi tapi biayanya mahal juga nggak bisa dipakai.

Untuk belajar pun membutuhkan waktu. Mulai dari membaca, hingga mencoba eksekusinya, akan makan cukup waktu. Kalau belajar terus dan nggak ‘jualan’ juga nggak mungkin. Makanya, tantangan terbesar adalah bagaimana bisa selalu memperkaya diri dengan pengetahuan terbaru, bisa dipelajari dalam waktu singkat, membutuhkan biaya rendah, tapi bisa menghasilkan nilai plus plus plus di mata klien. Hihi, susah ya? Then, welcome to my world!

Dalam kaitannya dengan pengerjaan sebuah website, misalnya. Konsep strategi menyeluruh sebuah campaign biasanya adalah akumulasi belajar saya dan rekan-rekan saat membaca pola-pola yang dilakukan brand di luar sana. Saya sendiri sudah nggak sempat lagi membaca buku. Yang bisa saya lakukan hanya membaca rutin beberapa blog terkait, seperti Adverblog atau AdRants.

Dari sisi teknis, saya mencoba rutin mempelajari hal-hal yang relevan dengan Drupal dan Flash. Saya nggak akan sempat belajar banyak content management system (CMS), apalagi mengembangkannya sendiri dari awal. Saya pilih 1 yang bisa diandalkan dan semaksimal mungkin belajar mengeksplorasinya dari sana. Dengan mencukupkan diri belajar selama 1 bulan lewat, akhirnya saya dan rekan-rekan saya berhasil membuat sebuah situs komunitas dengan framework Drupal. Belajar cukup 1 CMS yang eksekusinya bisa dijalankan untuk banyak jenis website.

Saat mengajukan konsep sebuah online campaign, sering kali usulan yang disampaikan nggak akan bisa lepas dari teknologi Flash. Sekarang bagaimana caranya mempelajari aplikasi Flash sedalam-dalamnya supaya bisa dipakai untuk beragam kebutuhan. Kenapa Flash? Karena pekerjaan saya dan rekan-rekan bukan hanya berurusan dengan website. Kami juga mengerjakan beragam aplikasi untuk kegiatan below the line. Lebih efisien jika kami memanfaatkan teknologi yang bisa fleksibel dipakai untuk banyak kebutuhan.

Semakin banyak belajar, baik konsep maupun teknis, akan sangat membantu dalam mengajukan ide-ide ‘ajaib’ yang bisa dieksekusi.  Memang sih, dalam kenyataannya, mendapatkan ide ‘ajaib’ jauh lebih mudah daripada mengeksekusinya. Pada hakikatnya, kita sebetulnya memang nggak perlu sampai belajar sedalam mungkin sisi teknis. Namun, bukan berarti pembelajaran di sisi teknis tidak dibutuhkan. Kalau kita mengerti sisi teknis (meski tidak dalam), setidaknya kita bisa mendapat gambaran logika seberapa jauh ide ‘ajaib’ yang kita punya itu bisa dilaksanakan. Jadi, nggak terlalu mengawang-awang tanpa ada pijakan sama sekali ke tanah.

Menelusuri Seseorang di Internet

jagad maya May 18th, 2008

Setiap kali saya berkenalan dengan seseorang via YM, kira-kira apa yang biasa saya lakukan? Menelusurinya terlebih dahulu. Mencari sebisa mungkin data tentang dia di jagad internet.

Kesannya kok canggih ya, padahal hal ini biasa saja. Toh, nggak semua orang bisa ditelusuri dengan mudah. Namun, semakin aktif orang itu di dunia internet, biasanya mencari data tentang orang tersebut menjadi semakin mudah. Kebalikannya, kalau orang tersebut sangat jarang berhubungan dengan internet, mencarinya pun semakin sulit.

Identitas Internet

Melalui perkenalan di YM, saya bisa mengetahui alamat email yang dipakainya. Kebanyakan (tidak semua ya) orang yang saya jumpai, selalu menggunakan alamat email yang sama untuk akunnya di Friendster atau Facebook. Coba saja buktikan sendiri.

Dari pencarian berdasarkan alamat email di Friendster (kalau profilnya terbuka untuk umum), saya bisa langsung tahu profil diri, usia, dll. Saya bisa baca pula komentar-komentar tentang dirinya, dan sedikit tahu latar belakang karakternya. Melalui pencarian berdasarkan alamat email di Facebook, saya bisa menemukan nama lengkapnya.

Pencarian data belum berhenti sampai situ. Masih ada Om Google yang bisa diandalkan. Coba cari di mesin pencari Google nama lengkap (yang sudah didapat dari profil Facebook) orang yang dicari. Dari sini, bisa saja, rembetan pencarian lanjut menemukan keterangan tentang dia di banyak situs lain. Coba pula iseng-iseng mencari berdasarkan nickname orang tersebut. Memang sih, bisa jadi setiap orang punya banyak nickname. Namun mulailah dengan mencarinya berdasarkan nickname yang didapatkan dari YM atau Friendster. Siapa tahu sukses.

Itulah makanya saya suka iseng dan suka menduga-duga saat kenalan dengan seseorang melalui YM. Saya suka langsung tebak “Nama panjang kamu ini ya?” atau “Umur kamu sekian ya?” atau bahkan sampai yang lebih detil “Kamu suka pakai baju pink ya? Rambut kamu berponi ya? Kamu dulu kuliah di kampus ini ya? Kamu dulu bekas mojang Bandung ya?” dst.

Hihi, ini sebetulnya cara-cara sederhana untuk menjadi intel internet. Ada yang mau coba-coba iseng mencari jati diri saya? Saya jamin gampang kok (karena saya mudah dicari di mesin pencari Google).

Tontonan di Minggu Pertama Mei

tontonan May 12th, 2008

Terlalu banyaknya sisa film di rumah yang belum saya tonton, membuat saya mencoba ‘disiplin’ untuk mencicil film tersebut setiap hari. Hehe, meski ini sesuatu yang nggak mungkin dilakukan, karena kecepatan mendapatkan tontonan jauh lebih besar daripada kemampuan diri saya untuk menonton. Belum lagi ditambah kesempatan untuk menonton bioskop.

Di minggu pertama Mei kemarin saya mencoba mengingat-ingat film apa saja yang saya tonton (tidak urut tanggal karena memang tidak ingat):

  • Smallville Season 7 Episode 19 (DivX). Saat mendekati akhir season, Lex Luthor semakin berhasil mendapatkan kunci yang bisa menguasai Traveler, alias Kal-El/Clark Kent. Kunci yang dicari-cari akhirnya Luthor temukan di dalam kastilnya sendiri.
  • Diving Bell and the Butterflies (Bioskop). Film Prancis yang dibuat dari sudut pandang seseorang yang lumpuh/paralisis dari kepala hingga kaki. Ia akhirnya mampu menceritakan kisahnya dengan menulis buku, hanya bermodalkan kedipan satu matanya saja. Kisah yang mengharukan dan wajib ditonton.
  • Mr. Magorium’s Wonder Emporium (DVD).  Dustin Hoffman berperan bagus banget di film imajinasi ini. Ia menjadi seorang pembuat mainan yang hendak mewariskan toko mainan ajaibnya ke apprentice-nya, yang diperankan oleh Natalie Portman. Cerita agak lambat, tapi ide yang diutarakan sungguh menarik.
  • Stardust (DVD). Lagi-lagi kisah imajinatif surealis. Di versi DVD-nya, sampeyan bisa melihat alternatif akhir cerita, plus beragam adegan blooper di film yang sangat apik ini.
  • Speed Racer (Bioskop). Film garapan Wachowski bersaudara. Kalau mau lihat film dengan tampilan visual yang bisa dikatakan inovatif, jangan hilangkan kesempatan menonton film ini. Film ini memang penuh dengan spesial efek warna-warni. Kesannya memang film untuk anak-anak, tapi saya yakin anak-anak akan bingung kalau melihat film ini, karena gaya tutur plot ceritanya yang loncat ke sana ke mari.
  • Ben 10 Alien Force Season 1 Episode 1-2 (DivX). Di seri terbaru Cartoon Network ini, Ben sudah beranjak dewasa. Ia kini harus mencari kakeknya yang lenyap entah kemana. Kalau suka serial Justice League masa lalu, dijamin sampeyan akan suka serial terbaru Ben 10 ini.
  • National Treasure 2: Book of Secrets (DVD). Saya memang belum sempat nonton bioskopnya. Mungkin harus dengan tontonan seperti ini, supaya seseorang bisa mencintai heritage/warisan budaya leluhurnya.
  • Martian Child (DVD). Kisah drama yang menarik. Seorang pria duda yang mencoba mengangkat anak yang eksentrik. Si anak mengaku dirinya adalah orang Mars. Si pria duda, yang penulis novel fantasi, mencoba berempati dan berusaha menjadi ayah sekaligus teman yang baik dengan si anak. Film yang menurut saya sangat layak ditonton.
  • Macross Frontier Episode 5 (DivX). Serial terbaru Macross dengan efek yang luar biasa kerennya. Wajib tonton untuk para pecinta Macross.
  • GI Joe Sigma 6 Season 2 (DivX). Film animasi seri GI Joe yang diputar tahun lalu. Baru sempat saya unduh dan tonton sekarang. Yah, ceritanya sih biasa dan agak-agak garing, meski animasinya bagus.
  • Jumper (DVD). Cerita yang aneh. Dibilang bagus banget ya nggak juga, dibilang jelek ya nggak juga. Idenya sih menarik, tapi entah kenapa kok setelah menonton film ini, rasanya ada yang kurang.
  • The Cleaner (DVD). Kalau ini cerita lucu seorang janitor yang lupa ingatan, dan menganggap dirinya adalah seorang agen rahasia. Hehe, kalau mau tertawa, coba cari film ini deh.

Menciptakan Mood

ngalur ngidul May 12th, 2008

Di dunia saya ini, setiap harinya nggak boleh punya idle mind. Selalu dipacu untuk berpikir mencari ide-ide baru. Baik itu untuk keperluan pitching, maupun untuk sekedar brainstorming mencari konsep baru, atau bahkan sekedar mencari ide menulis untuk ngeblog. Lagi pula, kalau saya mencoba berdiam sejenak saja dan menatap kosong, kok rasanya malah ada yang kurang ya (kayak bukan saya, gitu). Kalau pun saya terlihat melamun, itu pasti saya lagi mencoba merangkai-rangkai ide tertentu.

Dari kuliah dulu, saya selalu diingatkan kalau namanya ide nggak harus menunggu mood dulu. Kalau mood-nya cuma keluar seminggu sekali, masa ya saya bengong selama seminggu? Yang benar adalah, saya berusaha menciptakan suasana yang membuat mood saya selalu muncul setiap saat.

idea

Setiap orang pasti punya caranya sendiri membangun mood. Untungnya kalau saya, nggak perlu terlalu libet agar mood bisa muncul. Berikut ini beberapa hal yang biasa saya lakukan untuk menciptakan mood untuk mendapatkan ide.

  • Tiduran dan berkhayal. Hanya ini ternyata kadang cukup berbahaya. Saya beberapa kali suka dibuat tertidur karenanya. Untuk tiduran ini, saya mencoba mencari sofa yang tidak empuk dan tidak keras. Kalau terlalu empuk dan nyaman, malah akan membuat saya tertidur.
  • Memegang kertas dan pensil. Menulis beberapa poin atau keyword penting. Mencoret-coret sekenanya, membuat diagram semi asal. Lama kelamaan mencoba mencari relasi antar diagram dan keyword.
  • Membuka aplikasi pengolah kata dan melakukan hal serupa seperti memegang kertas dan pensil. Pengutamaannya di sini mungkin lebih ke penyusunan keyword. Ada memang beberapa hal yang dilakukan yang lebih enak diketik daripada ditulis dan digambar.
  • Memutar musik yang berirama lembut. Kalau bisa yang tidak memaksa diri untuk menyanyi, biar konsentrasi nggak buyar.
  • Browsing ke situs-situs yang bisa membantu pencerahan ide. Jangan pilih situs yang berat-berat. Saya lebih memilih ke situs yang isinya banyak elemen grafis atau gambar. Siapa tau gara-gara browsing kepikiran sesuatu pemikiran yang beda dan unik.
  • Seandainya di rumah atau kantor saya punya taman, saya akan lebih senang mengerjakan hal-hal di atas di sebuah taman. Karena nggak ada, ya manfaatin semaksimal yang ada saja.

Nah, saya nggak tau cara sampeyan membangun mood dengan cara bagaimana. Bisa-bisa berbeda dengan yang saya lakukan. Membangun mood itu bisa jadi merupakan disiplin sendiri. Kalau sampeyan sudah bisa membangun mood kapanpun juga, mudah-mudahan bisa semakin meminimasi menganggurnya otak sampeyan. Bukankah idle mind is the devil’s workshop?

Hujan Gerimis

gombalan May 7th, 2008

saat semalam hujan gerimis
ku sempat mengantar seorang gadis
wajahnya cantik, senyumnya manis
menawan hati diriku abis

** hihi, maaf untuk nonadita yang membuat saya jadi ikut-ikutan nulis kayak gini **

Glodok Kalo Tanpa B-a-jakan

sekitar May 5th, 2008

Glodok

Rasanya nggak afdol kalo ke Glodok ato Mangdu ndak beli DVD b-a-jakan. Meski lokasi penjualan DVD di Glodok berdekatan dengan pos polisi, rasanya nggak ada efeknya. Pembelinya (termasuk saya) masih menikmati datang dan berbelanja di sana.

Namun, pernah ndak membayangkan bila tiba-tiba Glodok bersuasana sangat lengang? Primadona jualan dari DVD, MP3, CD software dan games, DVD PS, tiba-tiba tidak ada sama sekali. Hal ini terjadi pada hari Kamis minggu kemarin, saat libur tanggal merah. Asli bersih, tanpa ada yang berjualan sedikit pun barang b-a-jakan. Jangan tanya, kenapa mereka bisa kompakan tidak berjualan. Intel para pedagang itu sudah kuat. Setiap kali ada pemberitahuan ato isu kencang berupa razia, mereka selalu kompak menutup barang dagangannya. Hihi, tapi jangan tanya saya ya intelnya sapa.. :D Saya juga ndak tau.

Glodok

Lalu, apa yang dilakukan pengunjung saat mendapati tidak ada jualan barang b-a-jakan sedikit pun? Mereka, karena tanpa kerjaan, akhirnya malah menongkrongi beberapa TV besar yang dinyalakan di sana. Ada yang berkumpul nonton film DVD original yang diputar salah satu penjual LCD TV. Penontonnya banyak banget, serasa nonton layar tancap. Ada pula yang mengumpul di satu sudut, menonton sajian sepak bola dari Astro TV yang membuka booth di sana.

Aktivitas dagang yang ada hanyalah penjualan CD dan peripheral komputer. Itu pun biasanya jumlah konsumennya selalu lebih sedikit dibandingkan dengan konsumen b-a-jakan. Makanya, Glodok serasa mati suri di Kamis kemarin. Serasa kehilangan ‘jiwa’-nya.