Cara Anak Pengamen Meminta Sekarang
sekitar June 16th, 2008
Mobil saya mogok (lagi) hari ini, dan untunglah kali ini mogoknya di kantor. Lagi-lagi temperaturnya overheat. Mobil saya titipkan di kantor, dan saya pulang pun berbis kota ria. Saya memang jarang naik bis (apalagi yang bukan Busway). Makanya, setiap kali saya naik bis, saya suka menemukan cara/trik berjualan/mengamen baru di bis.
Kali ini, yang mengamen adalah anak kecil. Suara paraunya tidak terkira lah pokoknya. Namun, cara mengamen yang dilakukan si anak kecil ini sungguh kreatif, dan membuat saya jadi terharu.
Terlebih dahulu ia mengedarkan sejumlah amplop putih kucel. Tidak semua orang dibagikan amplop, karena keterbatasan jumlah. Trik yang mirip dengan yang dilakukan para pedagang asongan berjualan di bis. Bagi dulu barangnya. Baru kemudian ia mengambilnya kembali. Kalo ada yang ingin barangnya, tinggal ditukar dengan 1.000 rupiah.
Yang membikin terharu, di setiap amplop putih kucel itu ada tulisan dengan pensil kurang lebih seperti ini.
“Assalamualaikum, Bapak/Ibu/Kakak di bis. Mohon sumbangannya untuk sekedar membantu biaya sekolah dan biaya hidup saya sehari-hari. Terima kasih atas perhatiannya. Wassalam.”
Ternyata bukan saya saja yang terpengaruh. Lirik ke kiri dan ke kanan, hampir semua yang memegang amplop menyisihkan sedikit uang ke dalamnya.
Mungkin si anak ndak berpikir sejauh itu dampak dari tulisan yang dibuatnya. Betapa tulisan pendek itu mampu menggugah hati penumpang. Namun apapun niatnya, saya hanya berharap uang itu benar-benar dipakai untuk kebutuhan sekolahnya, dan bukan untuk hal-hal yang tidak perlu.

About

