Berbagi Pengetahuanlah dengan Orang Lain
sekitar February 25th, 2009
Ada satu hal yang membekas sejak saya ikutan IYCE (International Young Creative Entrepreneural) Awards yang diadakan oleh British Council tahun 2008 kemarin, yakni diingatkannya saya untuk punya sumbangan terhadap lingkungan sekitar. Semua yang menang dari sekumpulan finalis tahun-tahun sebelumnya punya pola serupa. Mereka selain unggul dari sisi entrepreneurship, juga punya sumbangan yang berarti akibat dari kegiatan entrepreneurship-nya itu. Ada sisi sosial yang harus dimunculkan, dan tidak melulu kepentingan bisnis semata.
Jujur saja, sebelum saya ikutan IYCE itu, saya nggak punya hal apapun yang bisa saya sumbangkan. Tidak secara khusus. Saya terus berpikir, apa sih yang sebenarnya bisa saya lakukan? Saya bukan tipe pekerja sosial. Kalau pun ada kegiatan sosial, saya lebih cenderung membantu langsung penyumbangan materi daripada ikut terjun aktif mengurus di dalamnya.
Namun saya merasa, saya harus melakukan sesuatu. Sesuatu yang saya buat dengan sukarela, tapi masih relevan dengan kegiatan yang saya lakukan sehari-hari. Setelah melalui masa perenungan (hayah), akhirnya saya menemukan hal yang memang saya suka kerjakan dengan sukarela. Saya senang dengan segala hal yang sifatnya berbagi pengetahuan. Salah satu alasan saya membangun blog nggak beken itu pun secara tanpa sadar dilandasi alasan itu. Tesis S2 saya pun masih berkaitan dengan manajemen pengetahuan, tentang penyebaran pengetahuan dalam perusahaan.
Saat itu pulalah, Catur PW mengajak saya untuk meneruskan kegiatan Pengajian Dotcomers yang sebelumnya diadakan oleh Pak Nukman. Langsung saya mau, hanya saya ingin nggak persis sama dengan sebelumnya. Harus lebih besar dan mencakup materi yang lebih luas. Setelah ngumpul-ngumpul dengan Anggun Himawan, Boy Avianto, Andy Orangemood, Ramya Prajna, Anantya, dan Kukuh TW, akhirnya muncullah komunitas tanpa bentuk bernama FreSh (Freedom of Sharing).
Sebenarnya apa yang muncul dalam FreSh ini juga sesuatu yang sempat saya presentasikan sebagai finalis IYCE tahun lalu. Menang - nggak menang di IYCE, saya memang berniat mewujudkan ini. Bedanya kalau menang, dapat duit. Kalau nggak menang ya harus memikirkan cara lain. Tentunya cita-cita saya lebih besar daripada ini. Saya (beserta teman-teman di FreSh) lainnya ingin membuat sesuatu yang lebih besar. Sesuatu yang menjadi puncak kegiatan bulanan FreSh. Suatu perhelatan yang bisa menjadi ikon tahunan. Tentunya, perhelatan yang masih didasari semangat yang sama, semangat berbagi.
Terkait dengan semangat berbagi ini, saya punya prinsip, kalau pengetahuan itu nggak akan ada habisnya. Ada saat di mana apa yang saya pelajari harus saya bagikan kepada orang lain. Lagi pula di era internet ini, semua orang bisa belajar dengan cepat apa saja. Tinggal siapa yang lebih dahulu tahu saja. Nah, untuk yang lebih dahulu tahu, ada baiknya menceritakan pengetahuannya kepada orang lain. Meski mungkin tidak mendalam, tapi bisa membuka wawasan orang lain akan pengetahuan itu.
Nah, kalau sampeyan sendiri, apakah sudah pernah berbagi pengetahuan dengan orang lain?
About


sudaaaahhhh…. *tunjuk jari…*
tapi diriku berbaginya tentang gigi… abis sekolahnya dulu tentang ituh… abis ndak tau tentang yang lain… (tears)
yay….
sangat sangat setuju mas.. (soal berbaginya) entah krn hanya br brapa taun lulus, dan sblumnya pernah jadi magang BEM, jadi masih ada sisi idealis yg keluar.. Brasa bgt kl kita mendapatkan sesuatu dan lalu kita share sama orang lain, rasanya hasil yang kita dapat itu jadi lebih berharga.. ada kepuasan batin jg jadinya, apalagi kl kitsa bisa liat kesuksesan hasil share kita.. siapa tau smakin banyak sharenya smakin banyak doa buat usaha kita bukan?? (amin deh!)
*ungkapan si amateur..
sepakatttttt