Kekuatan Super Saya

imajinasi February 19th, 2008

heroes.jpg

Nggak mungkin dong belum ada yang nonton Heroes? Kalo memang belum juga, wis ya sampeyan emang ndak gaul. Sana cari dulu DVD bajakannya! Atau download episode terbarunya (Season 2 episode 11) di banyak forum yang tersebar di ranah internet ini.

Seperti di film Heroes itu, hampir semua tokohnya punya kekuatan super yang unik. Nah, saya sempat berpikir, semua orang kan punya kelebihannya masing-masing, bahkan yang mungkin si orang itu ndak sadari sendiri. Memang nggak seekstrim tokoh Hiro yang kekuatannya bisa melintasi raga fisik dan waktu, tapi pasti adalah sesuatu hal kecil yang setiap orang punyai dalam dirinya yang membuatnya berkesan “super.”

Atau jangan-jangan sampeyan sendiri sudah sadar kekuatan “super” sampeyan, tapi takut dipamerkan? Sampeyan khawatir kalo ada orang seperti Sylar atau agen FBI dari negeri Om Sam sana yang akan mencomot sampeyan untuk dijadikan tes percobaan? Siapa tau kalo sampeyan mau berbagi kekuatan “super” sampeyan, kita malah bisa bergabung membentuk satu liga super hero pembasmi kejahatan.

Nah, saya akan mulai dengan diri saya. Saya punya beberapa kekuatan “super” ini:

  • Saya bisa mendengar frekuensi bunyi yang cukup rendah, meski tidak rendah-rendah banget, karena saya toh bukan anjing.
  • Saat terkadang setengah sadar/mimpi, saya suka mendengar dan terganggu oleh hal-hal yang bersifat gaib.
  • Sering bulu kuduk saya berdiri saat memasuki tempat-tempat gelap yang mungkin ada penunggunya (termasuk di dalam rumah saya sendiri).
  • Pernah beberapa kali, apa yang saat ini saya lamunkan, beberapa menit kemudian hal itu terjadi (seperti deja vu). Hal ini tidak sering sih, tapi saya ingin tau apakah hal ini bisa dilatih?

Nah, saya ndak tau kalo sampeyan. Sampeyan siapa tau punya kekuatan-kekuatan lain yang berbeda. Pasti ada dong yang punya indra penciuman yang sangat sensitif, sampai bau ketiak orang di seberang lapangan bola pun tercium. Lalu pasti ada pula yang mampu membaca pikiran temannya, atau minimal saudara dekatnya. Saya ndak tau, gimana kalo sampeyan aja yang cerita di sini?

Untung Saya Bukan Superman

imajinasi February 10th, 2008

SupermanSiapa yang nggak membayangkan dirinya punya kekuatan super? Mungkin berimajinasi punya kekuatan dan kecepatan seperti Superman. Atau mungkin kekuatan lainnya seperti mampu menyembuhkan penyakit dengan cepat, mempercepat tumbuhnya pepohonan, atau bahkan bisa menahan nafas dalam lumpur.

Seandainya saya punya kekuatan-kekuatan di atas, apakah saya lalu mau menggunakannya demi membantu warga Indonesia lainnya yang saat ini kesulitan? Banyak yang terkena musibah akibat banjir, tergenang lumpur, atau kebakaran hutan, dan membutuhkan bantuan. Seperti seorang Superman yang berbaik hati mau menolong manusia yang kesulitan dan menjadi inspirasi dan teladan bagi mereka yang ditolongnya.

Dulu saya sempat berangan-angan akan menggunakan kekuatan itu untuk membantu semaksimalnya dan seikhlas-ikhlasnya (alias tanpa dibayar). Lalu, kini saya pikir-pikir lagi. Jangan-jangan setelah bantuan yang nanti saya berikan, mereka tidak akan terinspirasi dan beritikad menjadi lebih baik. Jangan-jangan mereka yang terbantu malah menjadi manja dan tidak mau berbuat apa-apa. Karena, bisa jadi mereka terlalu mengandalkan saya sebagai Superman-nya untuk menyelesaikan setiap masalah, tanpa belajar menolong dirinya sendiri. Ujung-ujungnya, saya tidak menjadi inspirasi seperti yang dilakukan oleh Superman, tapi malah menjadi pembantu mereka yang tidak kenal lelah.

Ah, ngomong apa saya ini. Saya kan bukan Superman, dan saya tidak memiliki kekuatan super apapun. Jadi, ndak usah mikirin ini. Biarkan dilema ini diserahkan untuk Superman saja.