Astaga, Umur Saya Berkurang Lagi!

kisah, narsis June 9th, 2008

BirthdayYa, memang tepat di 9 Juni ini, usia saya berkurang 1 tahun lagi. Lalu apa yang membedakan hari ini dengan hari lainnya? Hehe, ya ndak ada. Masih sama aja. Hari yang ketat penuh dengan ancaman deadline. Hari yang melelahkan dengan tidur yang minimum. Hari yang memaksa untuk menyetir hampir 2 jam di tengah kemacetan sore hari. Hari yang bisa membuat orang yang terbiasa hidup nyaman bisa masuk rumah sakit jiwa. Haha, menyenangkan bukan?

Ucapan ultah memang berdatangan dari beragam penjuru. Bahkan dari pihak-pihak yang demi customer relationship, mengirimkan ucapan via SMS dan email. Percaya nggak, yang paling pagi mengirimkan ucapan SMS ke saya adalah dari Indosat. Selanjutnya melalui email, hampir semua forum yang pernah saya registrasi di dalamnya (bahkan sampai saya lupa kalau saya pernah menjadi anggota di sana). Semuanya electronic generated.

Ucapan dari teman-teman memang menghibur. Komentar di profil Facebook juga lumayan. Ya iyalah, wong setiap mereka login, mereka bisa tahu kalau hari ini saya ultah. Komentar melalui pesan di YM juga banyak, terutama dari temen-teman kantor lama. Hihi, karena saya baru sempat ber-online ria malam ini, menumpuklah segitu banyaknya offline messages di YM saya.

Ucapan personal via telepon juga lumayan, terutama dari teman-teman yang memang cukup dekat dengan saya. Bahkan ada yang mengirimkan ucapan 15 menit lebih awal dari jam 00.00. Hehe, buat saya kayak curi-curi start. Namun buat dia yang memang saat itu berada di Bali, di sana memang waktu sudah menunjukkan pukul 00.45. Jadi, ya nggak salah juga.

Ucapan terawal yang saya terima pastilah dari keluarga di rumah. Sesampainya di rumah kemarin malam jam 23.30, sehabis beres-beres pameran di JCC, ternyata belum semua orang rumah tidur. Jadilah, ucapan ultah disampaikan tepat 00.00, padahal mata sudah mengantuk berat. Lagi-lagi kurang tidur dan kecapaian aktivitas  melemburkan diri di hari Sabtu dan Minggu.

Terima kasih atas doa dan ucapan yang sudah diberikan rekan-rekan sekalian. Nggak usah repot-repot ngasih hadiah ya!

Passion saat Menulis

kisah, ngalur ngidul April 20th, 2008

writingDulu saat saya berdikusi dengan klien saya, si klien sempat bertanya, “Pak, kok bisa sih Pak, tahan menulis blog? Soalnya saya sendiri sudah pernah mencoba menulis, tapi nggak bisa tahan lama. Kebanyakan draft, tapi nggak pernah jadi satu tulisan.”

Wah, saya ditanya gitu pun mencoba mencari jawaban. Kalo saya pribadi sih, karena sudah jadi kebiasaan, nggak pernah merasa bingung saat menulis. Sepanjang idenya ada, masalah pengungkapannya adalah hal yang relatif mudah. Makanya, sangat sangat jarang sekali saya membuat tulisan blog dalam format draft. Biasanya, sekali tulis, langsung dipublikasikan.

Kalo tanya resepnya bagaimana bisa seperti itu, yah bisa jadi karena kebiasaan saya sendiri yang sudah menulis sejak kecil. Tau ndak? Pada masa-masanya video Voltus V dan ragam film robot lainnya di tahun 1980-an itu membuat saya terinspirasi untuk membuat cerita serupa. Akibatnya, ditulislah dalam buku tulis kecil-kecil ragam cerita imajinasi yang temanya ndak jauh dari kisah robot-robot besar dan jagoannya. Hihi, bahkan waktu SMA saya pernah mengarang cerita porno di buku tulis. Juga dengan tulisan kecil-kecil. Hanya untuk konsumsi pribadi tentunya, bukan disebar-sebar. Maklum, pengaruh budaya visual baik positif maupun negatif cukup kuat mengakar di otak saya.

Mungkin ada yang belum tau, kalo saya dan teman-teman saya di masa kuliah dulu, sudah pernah mempublikasikan banyak buku komik. Selain dulu pernah menerbitkan komik secara independen, kami sempat bekerja sama dengan penerbit Mizan untuk mengerjakan banyak cerita komik remaja dan Islam. Saya juga terlibat dalam membuat beberapa cerita komik di situ. Ada kali lebih dari 20 buku yang pernah kami buat. Hihi, nggak nyangka toh?

Lalu dari mana saya belajar itu semua? Ndak dari mana-mana. Yah, modal baca komik, novel, nonton film, dan mencurahkannya kembali imajinasi saya dalam format tulisan. Mungkin lebih banyak mengandalkan jam terbang daripada belajar cara menulis secara ilmiah.

Alasan paling mendasar agar semua kegiatan bisa terlaksana (termasuk menulis) adalah passion. Kalo sampeyan doyan banget dengan apa yang biasa sampeyan lakukan, sampeyan nggak akan bosan melakukannya. Sampeyan pasti akan terus mencoba, mencoba, dan mencoba hingga sampeyan akhirnya ahli di situ. Makanya, kalo mau konsisten menulis apapun (termasuk blog), ya jangan pernah berhenti. Kalo suatu saat sampeyan berhenti, khawatirnya apa yang sampeyan sudah dalami menjadi dangkal kembali. Seperti layaknya pisau, sampeyan harus asah terus supaya tetap tajam.

Ntar kalo saya kepikiran tips tambahan, akan saya post di tulisan-tulisan berikutnya.

Kopdar Serabutan Setelah Blogger Day

guyon, kisah April 6th, 2008

Blogger Day yang sebenarnya sebetulnya (wah boros banget ya, ada benar dan betul) baru terjadi setelah acara seminar berlangsung. Berkumpullah para blogger dari para peserta seminar, teman-teman idgmail, beberapa bintang tamu dari Yogyakarta, dan tentunya blogger-blogger Jakarta. Jangan tanya saya nama mereka siapa aja, karena saya ndak inget semua. Mintalah ke Chika yang mengisi daftar absen (meski nggak semua) mereka-mereka yang datang.

Untuk foto-foto yang sempat saya jepret, sampeyan semua bisa langsung lari ke tempat ini. Kalo sampeyan ada yang mo bikin komik guyonan dari foto-foto itu, silakan.

Kalo komik guyonan versi saya, bisa langsung dilihat di bawah ini.

Blogger Day 1

Blogger Day 2

Blogger Day 3

Blogger Day 4

(Semua karakter dalam foto ini adalah manusia asli dan tidak diperjualbelikan. Semua kata-kata dalam balon teks adalah murni fiktif dan bisa diartikan sesuka hati oleh pembacanya. Mohon pemilik karakter dalam foto ini tidak tersinggung ya).

Live Blogging di BCNow60

kisah April 6th, 2008

Ada yang menarik hari ini. Ceritanya, British Council (BC) ceritanya membuat acara Blogger Day. Kebetulan tulisan ini diposting pada saat acara berlangsung. Ceritanya, ini untuk ikutan kompetisi Live Blogging yang berhadiah Microsoft Office dan Microsoft Windows Vista. Hehe, siapa tau dapet kan nggak rugi juga. Ya tul ya nggak?

Setelah promo ’sejenak’ (alias 1/2 jam lebih) dari Microsoft yang menceritakan aplikasi terbarunya, Windows Live dan Popfly. acara dilanjutkan dengan cerita-cerita tentang blogging dari Bung Enda Nasution, Ndoro Kakung (alias Om Wicaksono), Raditya Dika, dan Miund. Pembicaraannya cukup lumayan. Intinya sih lebih ke sharing pengalaman ngeblog masing-masing pembicara. Setiap individu punya alasan sendiri-sendiri. Dari yang dasarnya suka nulis, dari yang dasarnya suka curhat, hingga yang butuh pelampiasan alternatif untuk pemikiran-pemikiran di otak yang nggak kesampaian.

Mudah-mudahan acara ini bisa memberi ‘racun’ baru untuk para blogger muda, untuk lebih akif dan giat lagi ngeblog. Untuk topik ngeblog sebetulnya nggak usah mikir-mikir pusing. Seperti Mas Wicak bilang, bisa mulai dari hobi, profesi, sekaligus hal-hal yang kita sukai.

PS: Acara Live Blogging ini agak tersendat-sendat, karena koneksi wireless-nya yang ndut-ndutan. Hihi, jadi mau connect pun agak-agak susah (sesekali).

Liburan Pendek di Yogya

kisah, ngalur ngidul March 23rd, 2008

Kebetulan banget pas libur kemarin ada tebengan ke Yogya. Antara jadi dan tidak, karena kekurangajaran klien yang memberikan revisi mendadak, akhirnya Kamis kemarin berangkat juga ke Yogya. Untung nggak nyetir, wong mata cuma 5 watt gara-gara tidur ayam nggak sampai 3 jam di malam sebelumnya.

Hoho, ternyata eh ternyata, sodara, jalan tol macet parah. Serasa lebaran. Perjalanan melalui jalur utara membutuhkan waktu 64.800 detik alias 18 jam. Menyenangkan bukan? Jam 12.00 malam tepat sampai di kediaman Eyang di Yogya. Untunglah, 1 menit lewat saja, mobil panther yang saya tebengi pasti akan berubah jadi labu.

Jumat malam, saya membujuk Momon agar saya bisa kenalan dengan teman-teman CahAndong Yogya. Entah menyesal ato tidak akhirnya saya bisa berkenalan dengan mereka. Dari beberapa topik percakapan dengan Anto, kok ya yang saya inget ketika dia ‘meracuni’ saya untuk tidak lagi melihat Maria Ozawa. Ia merekomendasikan nama-nama pemain JAV lainnya yang saya nggak inget nempel di otak, kecuali Sara Aoi. Mungkin Anto bisa ulangi siapa saja mereka? Hehe..

Maafkeun saya yang pelupa kalo soal nama-nama. Meski wajah bisa diingat (kecuali kalo udah pada ganti rambut ato tumbuh brewok ato pake cat kuda terbang di mukanya), tapi kalo tanpa name tag ato kartu nama, saya suka lupa. Hehe, jadi saya ingetnya cuma nama Zam, Pepeng, Ekowanz, Gunawan, Gandung, Fany (yang ternyata berwajah lebih maniez daripada dugaan), bintang tamu Mas Yahya. (Akhirnya… Wiki yang dibuat CahAndong ada gunanya, untuk bikin referensi seperti ini). Dan tak lupa, si blogger yang nggak pernah fokus, sodara Tikabanget.

Sekali lagi, maafkeun, yang lainnya, karena nama-nama kalian saya (ter)lupakan. Sudilah sekiranya mereka yang dateng (dan saya lupakan) mengabsen di komentar bawah. Biar saya inget.. Hehe..

Kebetulan juga ada beberapa blogger Loenpia dateng di kumpul-kumpul ini. Mereka semua lagi bersekutu untuk melakukan aksi jalan-jalan ke Candi Ratu Boko di Sabtu keesokan harinya. Karena saya tidak bisa dateng untuk acara jalan-jalan itu, saya habiskan waktu malam dengan obrolan berguna (ato tidak ya?) dengan rekan-rekan CahAndong.

Sayang saya nggak bawa kamera. Maunya minta foto dokumentasinya dari Eko ato Anto. Boleh ya? Boleh.. Saya bisa comot di mana?

Thanks eniwei atas obrolan-obrolannya. Hehe, buat saya, udah jarang banget bisa ngobrol nggak mutu seperti malem itu. Jadi serasa mahasiswa lagi…

Masa Kuliah Dulu

kisah, narsis March 6th, 2008

Setelah lihat foto-foto koleksi Gerakan Mahasiswa 1978 ITB ini kok ya jadi inget masa-masa kuliah dulu. Wow, sudah sejak 1 dekade lalu saya meninggalkan kuliah S1 di Arsitektur ITB. Masa-masa yang lumayan membahagiakan. Hanya pada masa kuliah itulah saya bisa bersosialisasi dan berkomunitas. Teman-teman satu angkatan sudah seperti keluarga. Apalagi teman-teman yang sudah satu jurusan kuliah, satu rumah kontrakan bareng. Hehe, kalo inget, rumah kontrakan kami saat itu sudah seperti base camp angkatan saja (terutama yang cowok).

Sebenarnya ada banyak koleksi foto saya waktu kuliah dulu. Wong saya juru foto angkatan. Tapi entah dimana semua koleksi foto itu. Maklum, waktu itu masih masanya rol film, belum digital. Kumpulan foto sempat dipajang di seluruh partisi studio kuliah. Kebanyakan memang foto-foto lucu-lucuan seputar kegiatan kami.

Di luar yang dipajang, sebetulnya banyak pula foto kumpulan angkatan yang kontroversial. Hehe, maksudnya foto-foto pada masa kami MAD (masa adaptasi diri) dulu. Wuih, serem-serem lah pokoknya. Botak-botak, telanjang dada penuh lumpur, punggung beset-beset, kaki memar, bau, dan penuh keringet. Siap ngajak gelut lah pokoknya. Haha, namanya juga abis OS. Semua foto ini sempat disensor dan tidak dipajang di depan anak-anak baru. Biar nggak pada ketakutan dengan OS gitu.

Hal yang paling saya inget adalah pada saat saya tugas akhir bersama teman-teman angkatan. Kami sempat khawatir kalo kami tidak akan bisa menikmati kelulusan. Saat itu tahun 1998, dan masanya reformasi. Penembakan Trisakti membuat kami semua stres dan khawatir. Akankah hal ini bisa terjadi di kami keesokan harinya? Tidak ada yang tidur saat itu. Bukan karena begadang seperti biasanya, tapi semua bingung, khawatir, sekaligus penasaran apa yang akan terjadi keesokan harinya.

Kekhawatiran belum berakhir. Kerusuhan 1998 di Jakarta membuat banyak kami perantau asal Jakarta dibuat cemas. Waktu itu belum ada yang namanya hape. Yang ada, antrian wartel di Student Centre penuh dengan kecemasan mahasiswa yang berusaha menghubungi keluarganya di Jakarta. Apalagi rumah saya, yang tidak jauh dari tempat kerusuhan berlangsung. Hihi, jadi ingat. Asisten rumah tangga saya di rumah jadi dapet jatah jarahan daging dari Hero Tomang yang dibakar massa.

Saya juga ingat, saya baru selesai asistensi dengan dosen kepala pembimbing. Masih menenteng-nenteng lembaran gambar, langsung ke Ganesha, mengikuti demo, dan bergerak bersama ke Gedung Sate. Di saat yang sama, saat itu pulalah di Jakarta, Gedung MPR/DPR diduduki mahasiswa. Wuih, 5 tahun kuliah benar-benar kenyang. Hehe, bukan hanya kenyang materi kuliah, tapi kenyang berdemo dan ikut menyaksikan perubahan besar di negeri ini.

Eniwei, sedikit aja nostalgia. Ini ada beberapa cuplikan flashback saya dan teman-teman.

Cari yang mana saya hayoo!
N cari juga yang mana teman saya, salah satu aktivis dunia online pula!
Di salah satu foto ini juga ada blogger senior itu!
Dan terakhir, di salah dua foto ini, juga ada komikus internasional loh!

Kuliah Kuliah2 Kuliah3 Kuliah4