Memperkaya Pengetahuan Konsep dan Teknis

gawean, ngalur ngidul May 21st, 2008

puzzleTantangan mendasar setiap tahun yang biasa saya dan kantor saya hadapi adalah kewajiban meng-update pengetahuan dan teknologi baru. Tujuannya, selain untuk lebih kemudahan pekerjaan, juga untuk menjadi aset ilmu yang bisa ‘dijual’ sebagai bagian dari konsep ke klien. Saat saya ‘jualan’ konsep yang berhubungan dengan online branding atau online campaign suatu brand tertentu, tentunya saya nggak bisa ‘jualan’ yang saya nggak bisa buat. Ide bisa segudang, tapi kalau nggak bisa dieksekusi ya sama juga bohong. Tambahan lagi, kalau bisa dieksekusi tapi biayanya mahal juga nggak bisa dipakai.

Untuk belajar pun membutuhkan waktu. Mulai dari membaca, hingga mencoba eksekusinya, akan makan cukup waktu. Kalau belajar terus dan nggak ‘jualan’ juga nggak mungkin. Makanya, tantangan terbesar adalah bagaimana bisa selalu memperkaya diri dengan pengetahuan terbaru, bisa dipelajari dalam waktu singkat, membutuhkan biaya rendah, tapi bisa menghasilkan nilai plus plus plus di mata klien. Hihi, susah ya? Then, welcome to my world!

Dalam kaitannya dengan pengerjaan sebuah website, misalnya. Konsep strategi menyeluruh sebuah campaign biasanya adalah akumulasi belajar saya dan rekan-rekan saat membaca pola-pola yang dilakukan brand di luar sana. Saya sendiri sudah nggak sempat lagi membaca buku. Yang bisa saya lakukan hanya membaca rutin beberapa blog terkait, seperti Adverblog atau AdRants.

Dari sisi teknis, saya mencoba rutin mempelajari hal-hal yang relevan dengan Drupal dan Flash. Saya nggak akan sempat belajar banyak content management system (CMS), apalagi mengembangkannya sendiri dari awal. Saya pilih 1 yang bisa diandalkan dan semaksimal mungkin belajar mengeksplorasinya dari sana. Dengan mencukupkan diri belajar selama 1 bulan lewat, akhirnya saya dan rekan-rekan saya berhasil membuat sebuah situs komunitas dengan framework Drupal. Belajar cukup 1 CMS yang eksekusinya bisa dijalankan untuk banyak jenis website.

Saat mengajukan konsep sebuah online campaign, sering kali usulan yang disampaikan nggak akan bisa lepas dari teknologi Flash. Sekarang bagaimana caranya mempelajari aplikasi Flash sedalam-dalamnya supaya bisa dipakai untuk beragam kebutuhan. Kenapa Flash? Karena pekerjaan saya dan rekan-rekan bukan hanya berurusan dengan website. Kami juga mengerjakan beragam aplikasi untuk kegiatan below the line. Lebih efisien jika kami memanfaatkan teknologi yang bisa fleksibel dipakai untuk banyak kebutuhan.

Semakin banyak belajar, baik konsep maupun teknis, akan sangat membantu dalam mengajukan ide-ide ‘ajaib’ yang bisa dieksekusi.  Memang sih, dalam kenyataannya, mendapatkan ide ‘ajaib’ jauh lebih mudah daripada mengeksekusinya. Pada hakikatnya, kita sebetulnya memang nggak perlu sampai belajar sedalam mungkin sisi teknis. Namun, bukan berarti pembelajaran di sisi teknis tidak dibutuhkan. Kalau kita mengerti sisi teknis (meski tidak dalam), setidaknya kita bisa mendapat gambaran logika seberapa jauh ide ‘ajaib’ yang kita punya itu bisa dilaksanakan. Jadi, nggak terlalu mengawang-awang tanpa ada pijakan sama sekali ke tanah.

Menciptakan Mood

ngalur ngidul May 12th, 2008

Di dunia saya ini, setiap harinya nggak boleh punya idle mind. Selalu dipacu untuk berpikir mencari ide-ide baru. Baik itu untuk keperluan pitching, maupun untuk sekedar brainstorming mencari konsep baru, atau bahkan sekedar mencari ide menulis untuk ngeblog. Lagi pula, kalau saya mencoba berdiam sejenak saja dan menatap kosong, kok rasanya malah ada yang kurang ya (kayak bukan saya, gitu). Kalau pun saya terlihat melamun, itu pasti saya lagi mencoba merangkai-rangkai ide tertentu.

Dari kuliah dulu, saya selalu diingatkan kalau namanya ide nggak harus menunggu mood dulu. Kalau mood-nya cuma keluar seminggu sekali, masa ya saya bengong selama seminggu? Yang benar adalah, saya berusaha menciptakan suasana yang membuat mood saya selalu muncul setiap saat.

idea

Setiap orang pasti punya caranya sendiri membangun mood. Untungnya kalau saya, nggak perlu terlalu libet agar mood bisa muncul. Berikut ini beberapa hal yang biasa saya lakukan untuk menciptakan mood untuk mendapatkan ide.

  • Tiduran dan berkhayal. Hanya ini ternyata kadang cukup berbahaya. Saya beberapa kali suka dibuat tertidur karenanya. Untuk tiduran ini, saya mencoba mencari sofa yang tidak empuk dan tidak keras. Kalau terlalu empuk dan nyaman, malah akan membuat saya tertidur.
  • Memegang kertas dan pensil. Menulis beberapa poin atau keyword penting. Mencoret-coret sekenanya, membuat diagram semi asal. Lama kelamaan mencoba mencari relasi antar diagram dan keyword.
  • Membuka aplikasi pengolah kata dan melakukan hal serupa seperti memegang kertas dan pensil. Pengutamaannya di sini mungkin lebih ke penyusunan keyword. Ada memang beberapa hal yang dilakukan yang lebih enak diketik daripada ditulis dan digambar.
  • Memutar musik yang berirama lembut. Kalau bisa yang tidak memaksa diri untuk menyanyi, biar konsentrasi nggak buyar.
  • Browsing ke situs-situs yang bisa membantu pencerahan ide. Jangan pilih situs yang berat-berat. Saya lebih memilih ke situs yang isinya banyak elemen grafis atau gambar. Siapa tau gara-gara browsing kepikiran sesuatu pemikiran yang beda dan unik.
  • Seandainya di rumah atau kantor saya punya taman, saya akan lebih senang mengerjakan hal-hal di atas di sebuah taman. Karena nggak ada, ya manfaatin semaksimal yang ada saja.

Nah, saya nggak tau cara sampeyan membangun mood dengan cara bagaimana. Bisa-bisa berbeda dengan yang saya lakukan. Membangun mood itu bisa jadi merupakan disiplin sendiri. Kalau sampeyan sudah bisa membangun mood kapanpun juga, mudah-mudahan bisa semakin meminimasi menganggurnya otak sampeyan. Bukankah idle mind is the devil’s workshop?

Passion saat Menulis

kisah, ngalur ngidul April 20th, 2008

writingDulu saat saya berdikusi dengan klien saya, si klien sempat bertanya, “Pak, kok bisa sih Pak, tahan menulis blog? Soalnya saya sendiri sudah pernah mencoba menulis, tapi nggak bisa tahan lama. Kebanyakan draft, tapi nggak pernah jadi satu tulisan.”

Wah, saya ditanya gitu pun mencoba mencari jawaban. Kalo saya pribadi sih, karena sudah jadi kebiasaan, nggak pernah merasa bingung saat menulis. Sepanjang idenya ada, masalah pengungkapannya adalah hal yang relatif mudah. Makanya, sangat sangat jarang sekali saya membuat tulisan blog dalam format draft. Biasanya, sekali tulis, langsung dipublikasikan.

Kalo tanya resepnya bagaimana bisa seperti itu, yah bisa jadi karena kebiasaan saya sendiri yang sudah menulis sejak kecil. Tau ndak? Pada masa-masanya video Voltus V dan ragam film robot lainnya di tahun 1980-an itu membuat saya terinspirasi untuk membuat cerita serupa. Akibatnya, ditulislah dalam buku tulis kecil-kecil ragam cerita imajinasi yang temanya ndak jauh dari kisah robot-robot besar dan jagoannya. Hihi, bahkan waktu SMA saya pernah mengarang cerita porno di buku tulis. Juga dengan tulisan kecil-kecil. Hanya untuk konsumsi pribadi tentunya, bukan disebar-sebar. Maklum, pengaruh budaya visual baik positif maupun negatif cukup kuat mengakar di otak saya.

Mungkin ada yang belum tau, kalo saya dan teman-teman saya di masa kuliah dulu, sudah pernah mempublikasikan banyak buku komik. Selain dulu pernah menerbitkan komik secara independen, kami sempat bekerja sama dengan penerbit Mizan untuk mengerjakan banyak cerita komik remaja dan Islam. Saya juga terlibat dalam membuat beberapa cerita komik di situ. Ada kali lebih dari 20 buku yang pernah kami buat. Hihi, nggak nyangka toh?

Lalu dari mana saya belajar itu semua? Ndak dari mana-mana. Yah, modal baca komik, novel, nonton film, dan mencurahkannya kembali imajinasi saya dalam format tulisan. Mungkin lebih banyak mengandalkan jam terbang daripada belajar cara menulis secara ilmiah.

Alasan paling mendasar agar semua kegiatan bisa terlaksana (termasuk menulis) adalah passion. Kalo sampeyan doyan banget dengan apa yang biasa sampeyan lakukan, sampeyan nggak akan bosan melakukannya. Sampeyan pasti akan terus mencoba, mencoba, dan mencoba hingga sampeyan akhirnya ahli di situ. Makanya, kalo mau konsisten menulis apapun (termasuk blog), ya jangan pernah berhenti. Kalo suatu saat sampeyan berhenti, khawatirnya apa yang sampeyan sudah dalami menjadi dangkal kembali. Seperti layaknya pisau, sampeyan harus asah terus supaya tetap tajam.

Ntar kalo saya kepikiran tips tambahan, akan saya post di tulisan-tulisan berikutnya.

Ceritanya Jadi Blogger Terpilih

ngalur ngidul April 14th, 2008

Entah kenapa, tiba-tiba hari Jumat lalu Ndoro Kakung menodong saya via YM. Katanya, “Kamu dipilih jadi blogger favorit Dagdigdug. Atas perintah Paman Tyo, saya disuruh mewawancarai kamu.” Walah, kayak saya kurang seleb aja, masih disuruh jadi blogger favorit. Hehehe.. Ya apa boleh buat. Perintah Paman Tyo memang nggak boleh dilanggar. Jadilah akhirnya wawancara singkat via YM itu.

Tadi pun saya datang ke acara peluncurannya. Berkenalanlah saya dengan para orang di balik layar Dagdigdug (tepatnya cuma Mas Didi yang belum pernah saya tatap mata sebelumnya). Ada pula Puji hadir di sana. Lalu ada si tukangketik yang lagi aktif membuat blog tentang bola. Yang paling menghibur mata dan hati tentunya adalah kedatangan Maylaffayza di acara itu. Setelah ngobrol agak lama, baru sadar betapa si Maylaffayza ini mengingatkan saya dengan teman lama saya yang kini sudah berkelana ke Eropa sanah. Wajah keduanya mirip banget. Mudah-mudahan mereka berdua bukan bayi kembar yang terpisah sejak lahir.

Di acara itu, para pemrakarsa Dagdigdug: Paman Tyo, Mas Didi, dan Enda sedikit banyak cerita soal Dagdigdug. Yang saya mau sebetulnya materi presentasi yang dibawakan Enda. Hehe, bolehkah saya copy file PPT-nya? :D Enda tadi bercerita tentang kondisi pengakses internet Indonesia dan perkiraan jumlah blog asal Indonesia.

Maaf untuk kesempatan tadi, saya ndak bawa kamera. Jadi ndak bisa bikin komik lucu-lucuan. Mintalah fotonya ke Puji karena sedari tadi ia foto kesana kemari.

Selebriti Internet

guyon, ngalur ngidul April 12th, 2008

SelebritiKalo nonton sinetron, bintangnya suka disebut selebriti. Penyanyi ato grup band juga suka disebut selebriti. Nah, kalo di internet, masa ndak ada selebritinya? Kalo di dunia nyata bernama Indonesia, yang namanya selebriti pastilah kalo nggak penyanyi, bintang sinetron, ato pemain film. Seorang penyair ato pemain teater (yang juga artis - dalam arti sebenarnya) malah ndak disebut sebagai selebriti. Ntah lah, definisi selebriti di Indonesia memang hanyalah mereka yang masuk di acara gosip.

Nah, kita yang meramaikan dunia maya, tentu harus punya selebriti versi kita sendiri. Mereka yang selebriti tentunya yang banyak dikenal (dan bahkan digosipin) oleh para masyarakat duni maya pula. Tentunya dia juga harus eksis di dunia maya, dipuja-puja di dunia maya, dan semua masyarakat maya mau menjadi seperti dia.

Saya mau mencoba mendefinisikan secara asal definisi selebriti internet. Silakan sampeyan kalo punya waktu dan imajinasi untuk menambahkannya sesuka hati:

  • Seseorang yang nickname YM-nya muncul di daftar hampir semua pengguna YM.
  • Seseorang yang nickname-nya terkenal di forum Kaskus, Indosiar, Kafegaul, Detik, Bluefame. Bahkan kalo perlu, nickname-nya itu sampai terkenal ke forum-forum Mupeng, Bintangmawar, dsb.
  • Seseorang yang sudah pernah menuliskan lebih dari 1.000 post di setiap forum di atas, hingga akhirnya banyak dipercaya menjadi penjaga gawang (moderator) forum.
  • Seseorang yang punya banyak dot com dan rajin mendapat kunjungan dari masyarakat maya lainnya.
  • Seseorang yang sering meninggalkan banyak komentar di blog lain. Jumlah komentar itu bisa mencapai 100 x jumlah post yang ia tuliskan di blognya sendiri.
  • Seseorang yang sering diliput oleh media online sebagai nara sumber.
  • Seseorang yang hidupnya memang dari dunia online, dan nggak akan pernah meninggalkannya. Wong sudah jadi seleb, kok malah meninggalkan ke-seleb-annya.
  • Dan terakhir, seseorang yang anonymous, karena tidak ada satu orang pun yang tahu rupa fisik dia sebenarnya.

Huhuhu… ada tambahan?

Ngeblog Demi Eksistensi

ngalur ngidul April 10th, 2008

Banyak alasan kenapa saya harus ngeblog. Alasan klasik yang biasa saya jawab kenapa saya ngeblog di Media Ide adalah ngeblog itu untuk jualan diri - jualan kompetensi dan kemampuan saya dan perusahaan yang diwakili saya. Lalu, kalo saya ditanya kenapa ngeblog di rumah ini, pasti saya jawab karena saya suka saja dan karena butuh tempat ngeblog lain yang lebih santai tanpa beban dan misi tertentu.

Namun barusan saya kepikiran. Pasti ada alasan yang lebih mendasar kenapa saya ngeblog, kenapa sampeyan ngeblog, ato kenapa kita semua ngeblog. Alasan yang jauh lebih mendasar. Yah, mungkin jawabannya adalah saya ngeblog karena saya butuh eksistensi. Saya ngeblog supaya saya terlihat ‘ada’ di antara banyaknya warga maya di internet. Saya ngeblog supaya saya punya perwakilan diri saya di dunia maya. Saya juga ngeblog supaya saya punya alasan untuk bertemu dengan warga maya lainnya di dunia nyata.

Saya ngeblog di Media Ide karena saya butuh eksistensi berkelas profesional, dan bisa dikenal oleh warga internet lain yang seprofesi dan punya kebutuhan eksistensi yang sama. Saya ngeblog di rumah ini karena saya butuh eksistensi dari kalangan blogger-blogger santai yang suka ngumpul ngobrol ngalur ngidul tanpa ada topik tertentu. Saya butuh eksistensi dari 2 kelompok blogger yang berbeda. Kalo saya nanti merasa saya perlu bergaul dengan kelompok blogger pencari uang, saya pasti akan mencoba eksis dengan membuat blog yang berfokus mencari uang.

Komik diembat dari sini.

Blogging Life

Liburan Pendek di Yogya

kisah, ngalur ngidul March 23rd, 2008

Kebetulan banget pas libur kemarin ada tebengan ke Yogya. Antara jadi dan tidak, karena kekurangajaran klien yang memberikan revisi mendadak, akhirnya Kamis kemarin berangkat juga ke Yogya. Untung nggak nyetir, wong mata cuma 5 watt gara-gara tidur ayam nggak sampai 3 jam di malam sebelumnya.

Hoho, ternyata eh ternyata, sodara, jalan tol macet parah. Serasa lebaran. Perjalanan melalui jalur utara membutuhkan waktu 64.800 detik alias 18 jam. Menyenangkan bukan? Jam 12.00 malam tepat sampai di kediaman Eyang di Yogya. Untunglah, 1 menit lewat saja, mobil panther yang saya tebengi pasti akan berubah jadi labu.

Jumat malam, saya membujuk Momon agar saya bisa kenalan dengan teman-teman CahAndong Yogya. Entah menyesal ato tidak akhirnya saya bisa berkenalan dengan mereka. Dari beberapa topik percakapan dengan Anto, kok ya yang saya inget ketika dia ‘meracuni’ saya untuk tidak lagi melihat Maria Ozawa. Ia merekomendasikan nama-nama pemain JAV lainnya yang saya nggak inget nempel di otak, kecuali Sara Aoi. Mungkin Anto bisa ulangi siapa saja mereka? Hehe..

Maafkeun saya yang pelupa kalo soal nama-nama. Meski wajah bisa diingat (kecuali kalo udah pada ganti rambut ato tumbuh brewok ato pake cat kuda terbang di mukanya), tapi kalo tanpa name tag ato kartu nama, saya suka lupa. Hehe, jadi saya ingetnya cuma nama Zam, Pepeng, Ekowanz, Gunawan, Gandung, Fany (yang ternyata berwajah lebih maniez daripada dugaan), bintang tamu Mas Yahya. (Akhirnya… Wiki yang dibuat CahAndong ada gunanya, untuk bikin referensi seperti ini). Dan tak lupa, si blogger yang nggak pernah fokus, sodara Tikabanget.

Sekali lagi, maafkeun, yang lainnya, karena nama-nama kalian saya (ter)lupakan. Sudilah sekiranya mereka yang dateng (dan saya lupakan) mengabsen di komentar bawah. Biar saya inget.. Hehe..

Kebetulan juga ada beberapa blogger Loenpia dateng di kumpul-kumpul ini. Mereka semua lagi bersekutu untuk melakukan aksi jalan-jalan ke Candi Ratu Boko di Sabtu keesokan harinya. Karena saya tidak bisa dateng untuk acara jalan-jalan itu, saya habiskan waktu malam dengan obrolan berguna (ato tidak ya?) dengan rekan-rekan CahAndong.

Sayang saya nggak bawa kamera. Maunya minta foto dokumentasinya dari Eko ato Anto. Boleh ya? Boleh.. Saya bisa comot di mana?

Thanks eniwei atas obrolan-obrolannya. Hehe, buat saya, udah jarang banget bisa ngobrol nggak mutu seperti malem itu. Jadi serasa mahasiswa lagi…

Mau Pake Speedy, Pak?

ngalur ngidul March 7th, 2008

Ceritanya di hari libur Nyepi ini, ada yang masih bekerja giat kejar setoran. Soalnya, ada sales dari Telkom menelepon ke rumah menawarkan paket Speedy. Kebetulan saya yang jawab, sambil iseng-iseng ‘membantai’ Speedy.

Sales: Bapak tertarik menggunakan Speedy?
Saya: Saya sudah pake internet lain, Mbak.
Sales: Pake apa, Pak?
Saya: Saya pake Fastnet.
Sales: Kenapa pilih Fastnet, Pak?
Saya: Ya, jelas karena lebih cepat dan lebih murah,
Sales: Tapi kan itu pake modem ya, Pak. Kalo ada gangguan cuaca, koneksinya suka putus kan?
Saya: Nggak tuh. Minggu lalu bukannya malah Speedy yang sempat putus sehari?
Sales: Iya, Pak. Hari Jumat. Bukan sehari, tapi cuma tujuh jam. Itu kesalahan bukan di kami, Pak, karena ada gangguan di Palembang.
Saya: Oh gitu. Speedy di kantor saya memang putus, tapi Fastnet di rumah saya nggak putus tuh. Lancar-lancar aja.
Sales: Oh gitu ya, Pak. Terima kasih atas perhatiannya.

Hehe, bukannya saya mengagungkan Fastnet daripada Speedy. Hanya saja, saya coba cerita sesuai kenyataan yang saya alami. Maaf ya, untuk pegawai Telkom ato ISP lain yang mo menelepon dan menawarkan produknya ke saya. Kalo itu nggak murah dan nggak lebih cepet daripada Fastnet, saya ndak akan tertarik. Sebaliknya sama pula dengan Fastnet, kalo nanti suatu waktu kualitasnya menurun, saya juga nggak akan sungkan beralih ke lain hati.

Bengong Tanpa Internet

gawean, ngalur ngidul February 29th, 2008

Seperti di posting sebelumnya, kehidupan saya sehari-hari nggak bisa lepas dari internet. Baik itu karena urusan gawean. Baik itu karena urusan main-main, hingga kesempatan saya belajar dan bereksperimen.

Sudah berniat saya pagi-pagi (pagi-paginya saya jam 10.00 hehehe…) berangkat ke kantor, karena ada masalah dengan power supply komputer di rumah yang menjadi gateway ke Fastnet. Karena tak bisa berinternet di rumah, saya pun berniat melanjutkan gawean di kantor (tipikal saya memang males pergi ke kantor).

Sesampai di kantor, ternyata eh ternyata koneksi Speedy setengah hidup dan mati. Sempat hidup dan saya bisa mengupdate beberapa revisi desain yang diminta klien. Namun belum selesai, koneksi Speedy tewas seutuhnya. Ndak bisa connect ke sambungan IIX, apalagi ke luar negeri.

Untung masih ada koneksi 3G dari IM2. Namun nggak lama, looh, ndak bisa connect ke luar negeri. Koneksi ke IIX pun sempat semaput. Loh, apa ini. Kok semua mati? Akhirnya terbengong-bengong di kantor karena ndak bisa ngapa-ngapain. Rekan saya pun malah memilih tidur karena ia tidak bisa mengerjakan apa-apa. Namun, untunglah sebelum malam tadi koneksi sudah berjalan kembali, dan hutang revisi bisa sesegera mungkin diselesaikan. Baik koneksi Speedy dan IM2 berjalan normal kembali.

Saya jadi ingat dulu kala pas banjir bandang Jakarta belum setahun lewat. Hidup ala manusia purba. Tanpa listrik, tanpa telepon, tanpa handphone, tanpa internet, tanpa WC, tanpa mandi, dan dengan makanan terbatas. Itu hanya 3 hari dan sudah nggak tahan. Saya sesekali sempat menghidupkan notebook barang sejenak, untuk mengurangi rasa kangen. Terbatasnya masa hidup batere membuat saya menyalakan notebook hanya untuk mengetik. Tidak berani saya menyetel lagu, apalagi memutar film, karena khawatir batere menjadi boros.

Haha, saya sudah menjadi manusia modern tulen rupanya. Nggak akan bisa lagi disuruh kembali ke zaman gelap.

Sebaran Viral Ulang Tahun

ngalur ngidul February 26th, 2008

BirthdaySeorang yang ulang tahun (ultah) sebenarnya bukan hal yang aneh. Kirim selamat via SMS, ato mungkin telepon langsung barang sejenak sudah cukup mewakili diri kalo kita itu perhatian dengan si yang berultah. Yang menarik di hari ini (Selasa), bila penyebaran info ultah itu dari mulut ke mulut, ato kalo di dunia tukang tulis seperti kita, dari komentar blog ke komentar blog. 

Saking banyaknya yang mengirim SMS ultah, hingga balasan SMS ke saya dari yang ultah adalah sebagai berikut, “Suwun mas! Wah viral bener.”

Hihi, bahkan kalo saya menyebar viral lucu-lucuan untuk kampanye brand pun efeknya nggak pernah bisa secepat ini. Ya, ini memang terjadi kalo yang yang berultah adalah seorang blogger kondang. Itu artinya, si blogger kondang disayangi banyak orang. Satu blogger menulis tentang ultah, diikuti lagi oleh blogger lainnya. Gaung pun bersambut, hingga info ultah tersebar via YM dan SMS.

Andaikan ada sebuah brand ato produk kondang yang disayangi oleh banyak target konsumennya, seharusnya efeknya bisa terjadi serupa ya?