Menelusuri Seseorang di Internet

jagad maya May 18th, 2008

Setiap kali saya berkenalan dengan seseorang via YM, kira-kira apa yang biasa saya lakukan? Menelusurinya terlebih dahulu. Mencari sebisa mungkin data tentang dia di jagad internet.

Kesannya kok canggih ya, padahal hal ini biasa saja. Toh, nggak semua orang bisa ditelusuri dengan mudah. Namun, semakin aktif orang itu di dunia internet, biasanya mencari data tentang orang tersebut menjadi semakin mudah. Kebalikannya, kalau orang tersebut sangat jarang berhubungan dengan internet, mencarinya pun semakin sulit.

Identitas Internet

Melalui perkenalan di YM, saya bisa mengetahui alamat email yang dipakainya. Kebanyakan (tidak semua ya) orang yang saya jumpai, selalu menggunakan alamat email yang sama untuk akunnya di Friendster atau Facebook. Coba saja buktikan sendiri.

Dari pencarian berdasarkan alamat email di Friendster (kalau profilnya terbuka untuk umum), saya bisa langsung tahu profil diri, usia, dll. Saya bisa baca pula komentar-komentar tentang dirinya, dan sedikit tahu latar belakang karakternya. Melalui pencarian berdasarkan alamat email di Facebook, saya bisa menemukan nama lengkapnya.

Pencarian data belum berhenti sampai situ. Masih ada Om Google yang bisa diandalkan. Coba cari di mesin pencari Google nama lengkap (yang sudah didapat dari profil Facebook) orang yang dicari. Dari sini, bisa saja, rembetan pencarian lanjut menemukan keterangan tentang dia di banyak situs lain. Coba pula iseng-iseng mencari berdasarkan nickname orang tersebut. Memang sih, bisa jadi setiap orang punya banyak nickname. Namun mulailah dengan mencarinya berdasarkan nickname yang didapatkan dari YM atau Friendster. Siapa tahu sukses.

Itulah makanya saya suka iseng dan suka menduga-duga saat kenalan dengan seseorang melalui YM. Saya suka langsung tebak “Nama panjang kamu ini ya?” atau “Umur kamu sekian ya?” atau bahkan sampai yang lebih detil “Kamu suka pakai baju pink ya? Rambut kamu berponi ya? Kamu dulu kuliah di kampus ini ya? Kamu dulu bekas mojang Bandung ya?” dst.

Hihi, ini sebetulnya cara-cara sederhana untuk menjadi intel internet. Ada yang mau coba-coba iseng mencari jati diri saya? Saya jamin gampang kok (karena saya mudah dicari di mesin pencari Google).

Selebriti Internet

guyon, ngalur ngidul April 12th, 2008

SelebritiKalo nonton sinetron, bintangnya suka disebut selebriti. Penyanyi ato grup band juga suka disebut selebriti. Nah, kalo di internet, masa ndak ada selebritinya? Kalo di dunia nyata bernama Indonesia, yang namanya selebriti pastilah kalo nggak penyanyi, bintang sinetron, ato pemain film. Seorang penyair ato pemain teater (yang juga artis - dalam arti sebenarnya) malah ndak disebut sebagai selebriti. Ntah lah, definisi selebriti di Indonesia memang hanyalah mereka yang masuk di acara gosip.

Nah, kita yang meramaikan dunia maya, tentu harus punya selebriti versi kita sendiri. Mereka yang selebriti tentunya yang banyak dikenal (dan bahkan digosipin) oleh para masyarakat duni maya pula. Tentunya dia juga harus eksis di dunia maya, dipuja-puja di dunia maya, dan semua masyarakat maya mau menjadi seperti dia.

Saya mau mencoba mendefinisikan secara asal definisi selebriti internet. Silakan sampeyan kalo punya waktu dan imajinasi untuk menambahkannya sesuka hati:

  • Seseorang yang nickname YM-nya muncul di daftar hampir semua pengguna YM.
  • Seseorang yang nickname-nya terkenal di forum Kaskus, Indosiar, Kafegaul, Detik, Bluefame. Bahkan kalo perlu, nickname-nya itu sampai terkenal ke forum-forum Mupeng, Bintangmawar, dsb.
  • Seseorang yang sudah pernah menuliskan lebih dari 1.000 post di setiap forum di atas, hingga akhirnya banyak dipercaya menjadi penjaga gawang (moderator) forum.
  • Seseorang yang punya banyak dot com dan rajin mendapat kunjungan dari masyarakat maya lainnya.
  • Seseorang yang sering meninggalkan banyak komentar di blog lain. Jumlah komentar itu bisa mencapai 100 x jumlah post yang ia tuliskan di blognya sendiri.
  • Seseorang yang sering diliput oleh media online sebagai nara sumber.
  • Seseorang yang hidupnya memang dari dunia online, dan nggak akan pernah meninggalkannya. Wong sudah jadi seleb, kok malah meninggalkan ke-seleb-annya.
  • Dan terakhir, seseorang yang anonymous, karena tidak ada satu orang pun yang tahu rupa fisik dia sebenarnya.

Huhuhu… ada tambahan?

Mau Pake Speedy, Pak?

ngalur ngidul March 7th, 2008

Ceritanya di hari libur Nyepi ini, ada yang masih bekerja giat kejar setoran. Soalnya, ada sales dari Telkom menelepon ke rumah menawarkan paket Speedy. Kebetulan saya yang jawab, sambil iseng-iseng ‘membantai’ Speedy.

Sales: Bapak tertarik menggunakan Speedy?
Saya: Saya sudah pake internet lain, Mbak.
Sales: Pake apa, Pak?
Saya: Saya pake Fastnet.
Sales: Kenapa pilih Fastnet, Pak?
Saya: Ya, jelas karena lebih cepat dan lebih murah,
Sales: Tapi kan itu pake modem ya, Pak. Kalo ada gangguan cuaca, koneksinya suka putus kan?
Saya: Nggak tuh. Minggu lalu bukannya malah Speedy yang sempat putus sehari?
Sales: Iya, Pak. Hari Jumat. Bukan sehari, tapi cuma tujuh jam. Itu kesalahan bukan di kami, Pak, karena ada gangguan di Palembang.
Saya: Oh gitu. Speedy di kantor saya memang putus, tapi Fastnet di rumah saya nggak putus tuh. Lancar-lancar aja.
Sales: Oh gitu ya, Pak. Terima kasih atas perhatiannya.

Hehe, bukannya saya mengagungkan Fastnet daripada Speedy. Hanya saja, saya coba cerita sesuai kenyataan yang saya alami. Maaf ya, untuk pegawai Telkom ato ISP lain yang mo menelepon dan menawarkan produknya ke saya. Kalo itu nggak murah dan nggak lebih cepet daripada Fastnet, saya ndak akan tertarik. Sebaliknya sama pula dengan Fastnet, kalo nanti suatu waktu kualitasnya menurun, saya juga nggak akan sungkan beralih ke lain hati.

Bengong Tanpa Internet

gawean, ngalur ngidul February 29th, 2008

Seperti di posting sebelumnya, kehidupan saya sehari-hari nggak bisa lepas dari internet. Baik itu karena urusan gawean. Baik itu karena urusan main-main, hingga kesempatan saya belajar dan bereksperimen.

Sudah berniat saya pagi-pagi (pagi-paginya saya jam 10.00 hehehe…) berangkat ke kantor, karena ada masalah dengan power supply komputer di rumah yang menjadi gateway ke Fastnet. Karena tak bisa berinternet di rumah, saya pun berniat melanjutkan gawean di kantor (tipikal saya memang males pergi ke kantor).

Sesampai di kantor, ternyata eh ternyata koneksi Speedy setengah hidup dan mati. Sempat hidup dan saya bisa mengupdate beberapa revisi desain yang diminta klien. Namun belum selesai, koneksi Speedy tewas seutuhnya. Ndak bisa connect ke sambungan IIX, apalagi ke luar negeri.

Untung masih ada koneksi 3G dari IM2. Namun nggak lama, looh, ndak bisa connect ke luar negeri. Koneksi ke IIX pun sempat semaput. Loh, apa ini. Kok semua mati? Akhirnya terbengong-bengong di kantor karena ndak bisa ngapa-ngapain. Rekan saya pun malah memilih tidur karena ia tidak bisa mengerjakan apa-apa. Namun, untunglah sebelum malam tadi koneksi sudah berjalan kembali, dan hutang revisi bisa sesegera mungkin diselesaikan. Baik koneksi Speedy dan IM2 berjalan normal kembali.

Saya jadi ingat dulu kala pas banjir bandang Jakarta belum setahun lewat. Hidup ala manusia purba. Tanpa listrik, tanpa telepon, tanpa handphone, tanpa internet, tanpa WC, tanpa mandi, dan dengan makanan terbatas. Itu hanya 3 hari dan sudah nggak tahan. Saya sesekali sempat menghidupkan notebook barang sejenak, untuk mengurangi rasa kangen. Terbatasnya masa hidup batere membuat saya menyalakan notebook hanya untuk mengetik. Tidak berani saya menyetel lagu, apalagi memutar film, karena khawatir batere menjadi boros.

Haha, saya sudah menjadi manusia modern tulen rupanya. Nggak akan bisa lagi disuruh kembali ke zaman gelap.

Online Berapa Kali Seminggu?

guyon February 11th, 2008

10 tahun lalu:
+: Kamu online berapa kali seminggu?
-: Paling seminggu 2-3 kali, kalau ada kebutuhan aja.

5 tahun lalu:
+: Kamu online berapa kali dalam sehari?
-: Minimal 3 kali, pagi, siang, dan malam, untuk sekedar cek e-mail.

Kemarin:
+: Kamu online berapa jam sehari?
-: Waduh, kalau nggak perlu makan dan tidur, saya bisa online seharian. Wong kerjaannya seperti itu.