Jadikan Tukang Ojek sebagai Kurir
sekitar March 10th, 2008
Ini praktik berhemat untuk sampeyan yang punya kantor kecil. Kalo kantor-kantor besar umumnya punya seorang OB yang bisa merangkap sebagai kurir untuk mengantar paket ato dokumen sampeyan. Kalo seperti saya, yang amat jarang kirim dokumen dan hanya punya ruangan sewa yang kecil, rasanya jadi hambur uang kalo butuh OB/kurir.
Kebetulan saya kenal dengan seorang tukang ojek. Setiap kali lewat selalu bertegur sapa. Suatu waktu, saya tawarkan saja ke dia untuk mengantar dokumen berisi CD ke klien. Mulanya tentu agak khawatir, takut nggak sampai. Makanya, saya sertai surat jalan atau tanda terima. Saya minta si Bang Boim (si tukang ojek) untuk mengantar dokumen itu dan meminta si penerima untuk membubuhkan tanda tangannya di surat yang saya berikan.
Sejam kemudian si Bang Boim pun kembali. Katanya paket sudah diantar. Surat tanda terima bertanda tangan pun dikembalikan ke saya. Saya sempat cek ke klien, untuk membuktikan itu. Leganya, dokumen diterima dengan baik oleh si klien. Kepercayaan ini membuat saya tidak perlu bercapai-capai ria mengantar dokumen sendiri. Cukup saya titipkan Rp. 15.000 - Rp. 20.000 (tergantung jarak), dan dokumen pun bisa diantar dengan selamat.
Saya kini malah jarang menitipkan surat tanda terima. Toh, setelah paket diantar, Bang Boim lalu mendatangi saya dan menyampaikan sendiri kepada saya kalo paket sudah diantar dengan selamat.
Hehe, daripada saya harus menggaji seorang kurir, lebih baik saya memanfaatkan tukang ojek di sekitar saya. Hitung-hitung bagi rejeki lah. Kalo kita baik dengan sekitar kita, kita juga yang nanti dilindungi, kalo terjadi apa-apa dengan diri kita.
About